Ragam

Waspada Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau, Distan Banten Bagikan Tips Lindungi Hewan Ternak

Dinas Pertanian Banten mengimbau masyarakat melindungi hewan ternak dan peliharaan dari paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Waspada Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau, Distan Banten Bagikan Tips Lindungi Hewan Ternak
Dinas Pertanian Banten mengimbau masyarakat melindungi hewan ternak dan peliharaan dari paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

fin.co.id - Dinas Pertanian Provinsi Banten mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Selain berdampak terhadap kesehatan manusia, paparan abu vulkanik juga dapat mengganggu kesehatan hewan ternak maupun hewan peliharaan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Saeful Bahri Maemun mengatakan, masyarakat yang berada di wilayah terdampak hujan abu perlu memperhatikan kondisi hewan dan memastikan kebutuhan pakan serta air minum tetap aman.

“Dampak untuk hewan, abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi pada mata dan kulit, mengganggu saluran pernapasan, serta menimbulkan stres dan gangguan kesehatan pada hewan apabila terpapar dalam jumlah banyak. Karena itu, hewan ternak dan hewan peliharaan perlu mendapatkan perlindungan,” ungkap Saeful Bahri pada Minggu (6/9/2026).

Selanjutnya, dirinya juga mengimbau pemilik ternak untuk memasukkan hewan ke tempat yang terlindung dari abu vulkanik, terutama saat terjadi hujan abu. Sumber air minum dan pakan juga harus ditutup atau dilindungi agar tidak terkontaminasi.

“Jangan memberikan pakan yang sudah tercemar abu vulkanik kepada hewan. Pastikan air minum dan pakan yang diberikan dalam kondisi bersih dan aman,” katanya.

Selain itu, kaata Saeful, kandang dan lingkungan sekitar perlu dibersihkan secara hati-hati dari endapan abu. Jika mata atau tubuh hewan terkena abu vulkanik, masyarakat dapat membersihkannya menggunakan air bersih.

Saeful juga mengingatkan agar aktivitas hewan di area terbuka dikurangi selama terjadi hujan abu. Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko hewan menghirup abu atau mengalami iritasi pada mata dan kulit.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau serta arahan PVMBG dan BPBD,” katanya.

Dinas Pertanian Provinsi Banten, lanjut Saeful, terus mendorong masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan dan keselamatan hewan sebagai bagian dari upaya mitigasi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Pemilik hewan dan peternak di Banten diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, melindungi hewan dari paparan abu vulkanik serta segera menghubungi dokter hewan atau petugas kesehatan hewan apabila hewan menunjukan gangguan kesehatan," pungkasnya.

Berita Terkait