Internasional . 04/09/2026, 11:43 WIB

Kekeringan Picu Krisis Susu di Kenya, Harga Chai Ikut Naik

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

fin.co.id - Kenya tengah menghadapi kelangkaan susu segar yang mulai terasa langsung di rumah tangga, restoran, hingga supermarket. Krisis pasokan tersebut tidak hanya menaikkan harga susu, tetapi juga mengganggu kebiasaan minum chai, teh susu yang menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kenya.

Chai di Kenya umumnya dibuat dari teh hitam yang direbus dengan susu dan gula. Pada beberapa daerah, minuman ini juga diberi tambahan jahe atau rempah. Chai kerap disajikan saat sarapan, pertemuan kerja, maupun ketika menerima tamu. Karena itu, keterbatasan susu bukan sekadar persoalan bahan pangan, tetapi juga memengaruhi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Kekeringan Menekan Produksi Susu

Pemerintah Kenya mengaitkan kelangkaan susu dengan kondisi kekeringan yang mengurangi ketersediaan padang rumput untuk sapi perah. Saat rumput dan sumber pakan alami menipis, sapi tidak memperoleh energi serta nutrisi yang cukup untuk mempertahankan produksi susu dalam jumlah normal.

Produksi susu pada sapi sangat bergantung pada keseimbangan pakan, air, kesehatan hewan, dan kondisi lingkungan. Kekurangan pakan berkualitas dapat menurunkan produksi, memperburuk kondisi tubuh ternak, serta mengganggu proses reproduksi. Dampaknya tidak selalu berhenti saat musim kering berakhir karena peternak memerlukan waktu untuk memulihkan kondisi sapi dan meningkatkan kembali persediaan pakan.

Federasi Konsumen Kenya atau Cofek menyebut keterlambatan hujan musiman telah mempersempit area penggembalaan. Situasi itu diperburuk oleh kenaikan biaya pakan ternak yang dilaporkan mencapai 45 persen. Peternak akhirnya menghadapi tekanan ganda: produksi susu turun, sementara biaya untuk memelihara sapi meningkat.

Kenya Dairy Board mencatat pengiriman susu formal ke pabrik pengolahan turun dari 84,4 juta liter pada Juni menjadi 81,3 juta liter pada Juli, atau sekitar 3,7 persen. Penurunan tersebut diperkirakan berlanjut pada Agustus. Angka ini menunjukkan bahwa gangguan pasokan bukan hanya terjadi di tingkat pengecer, melainkan telah dimulai dari rantai produksi dan pengiriman susu.

Harga Susu Naik dan Pembelian Mulai Dibatasi

Dampak paling mudah terlihat terjadi di supermarket. Rak pendingin yang biasanya dipenuhi susu segar kini dilaporkan mulai kosong. Sejumlah toko menaikkan harga sekaligus membatasi jumlah susu yang boleh dibeli oleh setiap pelanggan.

Harga susu segar disebut meningkat dari sekitar 70 shilling Kenya menjadi 80 shilling Kenya per liter. Bagi keluarga yang mengonsumsi susu setiap hari, kenaikan tersebut dapat menambah pengeluaran kebutuhan pokok. Sebagian warga bahkan mulai mengencerkan susu dengan air agar persediaan yang dibeli dapat digunakan lebih lama.

Kelangkaan juga memukul usaha makanan dan minuman. Pemilik restoran di Nairobi, Muthoni Macharia, mengaku biasanya membeli lebih dari 70 kemasan susu segar. Namun, ia kesulitan mendapatkan stok untuk memenuhi pesanan pelanggan, terutama pada jam sarapan ketika permintaan chai meningkat.

“Kalau pelanggan datang berkelompok dan tidak ada teh susu, itu berarti kerugian bagi saya,” ujarnya kepada BBC.

Bagi sebagian pelanggan, teh hitam tanpa susu memang dapat menjadi pilihan sementara. Akan tetapi, cita rasa dan kebiasaan minum chai membuat banyak orang tetap memilih menunggu susu tersedia. Kondisi itu menyebabkan penjualan restoran berpotensi turun, terutama bagi usaha kecil yang mengandalkan menu sarapan dan minuman hangat.

Cadangan Susu Dinilai Tidak Dikelola Optimal

Kelangkaan kali ini juga memunculkan kritik terhadap pengelolaan pasokan susu pada musim sebelumnya. Cofek menilai produksi susu berlebih yang terjadi tahun lalu seharusnya dapat diolah menjadi susu bubuk dan disimpan sebagai cadangan untuk menghadapi musim kering.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id