Internasional . 04/09/2026, 11:15 WIB
fin.co.id - Dua pekerja berhasil dievakuasi hidup-hidup dari terowongan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air atau PLTA Trishuli 3A di Nepal, sembilan hari setelah banjir bandang menerjang kawasan tersebut. Keberhasilan ini memberi harapan baru di tengah operasi pencarian besar-besaran terhadap ribuan orang yang masih dilaporkan hilang akibat bencana mematikan itu.
Korban pertama yang dievakuasi bernama Sanjaya Shah, seorang mandor mekanik di Nepal Electricity Authority atau NEA. Sementara satu orang lainnya bernama Kabir Maharjan. Keduanya ditemukan dalam kondisi selamat dari terowongan proyek PLTA yang berada di kawasan aliran Sungai Trishuli.
Sanjaya Shah langsung diterbangkan ke Battar, wilayah di barat laut Kathmandu, untuk menjalani penanganan medis. Pihak berwenang menyebut kondisi Shah belum memungkinkan untuk berbicara. Kabir Maharjan dilaporkan masih mampu merespons dan mengungkapkan rasa syukur setelah berhasil dikeluarkan dari lokasi.
Evakuasi dua pekerja tersebut berlangsung di tengah situasi yang sangat sulit. Banjir bandang sebelumnya menghantam sejumlah kawasan di Nepal dan Tibet, memicu kerusakan luas pada pemukiman, jalan, jembatan, serta proyek-proyek infrastruktur di sekitar aliran sungai.
Terowongan PLTA menjadi salah satu lokasi paling rumit dalam operasi penyelamatan. Air dan lumpur yang masuk ke jalur bawah tanah berpotensi menutup akses keluar, merusak pasokan listrik, dan membatasi sirkulasi udara bagi orang-orang yang terjebak.
Menurut laporan BBC, tim penyelamat memasok udara ke dalam terowongan sebagai bagian dari upaya mempertahankan peluang hidup korban. Metode tersebut sangat penting karena ruang bawah tanah dapat mengalami penurunan kadar oksigen secara cepat, terutama ketika akses ventilasi tertutup oleh material longsoran, air, atau reruntuhan.
Rekan kerja Sanjaya Shah, Suresh Chaudhari, menyambut kabar penyelamatan itu dengan penuh haru. Ia berharap keberhasilan tersebut menjadi tanda bahwa masih ada korban lain yang dapat ditemukan dalam keadaan hidup.
Operasi pencarian tidak hanya dilakukan di terowongan Trishuli 3A. Pihak berwenang Nepal juga menjalankan pencarian di sedikitnya enam terowongan proyek PLTA lain. Lebih dari 150 orang dikhawatirkan masih berada di dalam berbagai terowongan tersebut.
Ratusan dari lebih dari 5.000 orang yang masih hilang disebut merupakan pekerja proyek yang berada di jaringan terowongan PLTA di sepanjang aliran sungai. Kondisi geografis Nepal yang bergunung-gunung membuat proses evakuasi menjadi sangat menantang, terutama setelah banjir bandang mengubah struktur tanah dan merusak jalur transportasi.
Banjir bandang ini telah menewaskan lebih dari 1.200 orang. Angka tersebut berpotensi berubah karena pencarian masih berlangsung di sejumlah lokasi terdampak, termasuk area proyek energi dan permukiman yang sulit dijangkau.
Tim penyelamat perlu bekerja dengan hati-hati karena terowongan yang terdampak banjir berisiko mengalami runtuhan susulan. Penggunaan pompa udara, alat komunikasi bawah tanah, kamera inspeksi, dan pemeriksaan stabilitas struktur menjadi bagian penting dari operasi sebelum petugas memasuki area yang tertutup.
Keberhasilan menemukan Sanjaya Shah dan Kabir Maharjan menunjukkan bahwa peluang penyelamatan masih terbuka, meski waktu telah berlalu lebih dari sepekan. Dalam operasi penyelamatan bawah tanah, ketersediaan ruang udara, sumber air, suhu lingkungan, dan kondisi fisik korban dapat sangat menentukan peluang bertahan hidup.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id