Bagnaia Berada di Titik Terendah, Terpuruk Bareng Ducati GP26
Bagnaia tidak menutupi kekecewaannya setelah menjalani akhir pekan yang berat di MotoGP Aragon 2026. Pembalap Ducati Lenovo tersebut bahkan menyebut
fin.co.id - Francesco "Pecco" Bagnaia tidak menutupi kekecewaannya setelah menjalani akhir pekan yang berat di MotoGP Aragon 2026. Pembalap Ducati Lenovo tersebut bahkan menyebut kondisi yang sedang dialaminya sebagai salah satu titik terendah dalam karier olahraganya.
Performa Bagnaia memang mengalami penurunan dalam beberapa seri terakhir. Masalah grip belakang pada Ducati GP26 yang telah dirasakannya sepanjang musim semakin mengganggu, terutama sejak MotoGP kembali bergulir setelah jeda musim panas.
Situasi tersebut mencapai titik yang semakin sulit di MotorLand Aragon. Bagnaia hanya finis ke-11 dalam Sprint sehingga gagal mendapatkan poin. Kondisinya tidak membaik secara signifikan pada balapan utama.
Bagnaia sempat berada di posisi ketujuh, tetapi akhirnya terjatuh dan gagal menyelesaikan balapan. Hasil tersebut memperpanjang periode sulit bagi juara dunia MotoGP dua kali itu.
Bagnaia Sebut Salah Satu Titik Terendahnya
Seusai balapan Aragon, Bagnaia secara terbuka mengakui bahwa situasi yang sedang dihadapinya sulit diterima.
"Sulit untuk menerimanya karena saya pikir ini adalah salah satu titik terendah saya dalam level olahraga," kata Bagnaia kepada Sky Italy.
Menurut pembalap asal Italia tersebut, dirinya selalu datang ke setiap seri dengan berusaha memberikan kemampuan terbaik. Namun, usaha tersebut belakangan hanya cukup untuk membawanya bersaing di sekitar posisi ke-10 hingga ke-12.
Bagnaia merasa ada sesuatu yang tidak berjalan sebagaimana mestinya antara gaya balapnya dan karakter Ducati GP26.
Ia bahkan menggambarkan kondisinya seperti tidak benar-benar mengendalikan motor. Ketika mencoba meningkatkan kecepatan, risiko kecelakaan justru semakin besar.
"Saya bisa melihat dengan jelas dari data dan perasaan saya bahwa saya tidak mengendarai motor, tetapi seperti dibawa oleh motor. Ketika saya mencoba melakukan sesuatu yang lebih, saya tetap terjatuh, dan bahkan ketika melaju pelan, saya masih terjatuh," ujarnya.
Baca Juga
Pernyataan tersebut menggambarkan besarnya masalah yang sedang dihadapi Bagnaia. Terlebih, pembalap Ducati lainnya masih mampu menunjukkan performa kompetitif dengan motor Desmosedici.
Masalah Grip Belakang Ducati GP26
Grip belakang menjadi salah satu masalah utama yang berulang kali disampaikan Bagnaia sepanjang musim MotoGP 2026.
Masalah tersebut membuatnya kesulitan melakukan sejumlah hal yang sebelumnya menjadi kekuatannya, termasuk membawa kecepatan ketika memasuki dan keluar dari tikungan.