Lifestyle . 02/09/2026, 11:00 WIB
fin.co.id - Menerima gaji setiap bulan tidak selalu berarti seseorang memiliki kesempatan besar untuk menabung. Dalam banyak kasus, uang yang baru masuk ke rekening dapat berkurang dengan cepat untuk membayar kebutuhan sehari-hari, tagihan, cicilan, transportasi, makanan, hingga pengeluaran kecil yang terkadang tidak disadari.
Masalahnya, kemampuan mengumpulkan uang tidak hanya ditentukan oleh besarnya pendapatan. Cara mengatur arus uang juga mempunyai peranan penting. Seseorang dengan pendapatan relatif tinggi tetap dapat kesulitan menabung apabila pengeluarannya terus mengikuti kenaikan pendapatan.
Sebaliknya, kebiasaan mengatur pengeluaran secara terencana dapat membantu sebagian gaji tetap tersimpan. Lantas, bagaimana cara menghemat gaji agar uang benar-benar bisa terkumpul?
Salah satu kesalahan yang umum dilakukan adalah menabung dari uang yang tersisa pada akhir bulan. Cara tersebut terlihat sederhana, tetapi sering kali tidak efektif karena jumlah uang yang tersedia dapat memengaruhi pola pengeluaran.
Pendekatan yang lebih terstruktur adalah menentukan jumlah tabungan sejak awal. Setelah gaji diterima, sebagian uang langsung dipindahkan ke rekening tabungan sebelum digunakan untuk kebutuhan lainnya.
Konsep ini sering dikenal sebagai "pay yourself first". Consumer Financial Protection Bureau dalam materi edukasi keuangannya juga membahas penggunaan transfer otomatis sebagai salah satu cara membangun kebiasaan menabung secara konsisten.
Besarnya tidak harus sama untuk setiap orang. Misalnya, seseorang dapat memulai dari 5 sampai 10 persen pendapatan jika kondisi keuangannya masih ketat. Persentase tersebut kemudian dapat ditingkatkan ketika kondisi keuangan membaik.
Anggaran sebaiknya tidak dibuat berdasarkan gambaran ideal mengenai bagaimana seseorang seharusnya menggunakan uang. Gunakan pengeluaran yang benar-benar terjadi sebagai dasar perhitungan.
Catat kebutuhan utama seperti biaya tempat tinggal, listrik, air, makanan, transportasi, komunikasi, cicilan, pendidikan, dan kebutuhan rutin lainnya.
Setelah itu, pisahkan pengeluaran yang sifatnya lebih fleksibel, seperti nongkrong, membeli makanan melalui aplikasi, berlangganan layanan digital, hiburan, belanja pakaian, dan pembelian impulsif.
Dari pencatatan tersebut akan terlihat ke mana sebagian besar gaji sebenarnya pergi.
Perbedaan kebutuhan dan keinginan terdengar sederhana, tetapi batas keduanya sering menjadi kabur.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id