Sport

Ban Belakang Habis Hanya dalam 5 Lap, Bagnaia Terpuruk di MotoGP Aragon

Pecco Bagnaia kembali menjalani akhir pekan yang sulit bersama Ducati. Pembalap Ducati Lenovo tersebut gagal menyelesaikan balapan utama MotoGP Aragon 2026

Ban Belakang Habis Hanya dalam 5 Lap, Bagnaia Terpuruk di MotoGP Aragon
Bagnaia, Image: @pecco63 / Instagram

fin.co.id - Pecco Bagnaia kembali menjalani akhir pekan yang sulit bersama Ducati. Pembalap Ducati Lenovo tersebut gagal menyelesaikan balapan utama MotoGP Aragon 2026 setelah terjatuh pada lap keenam, ketika sedang berada di posisi ketujuh.

Masalah yang dialami Bagnaia ternyata bukan sekadar insiden kehilangan kendali biasa. Juara dunia MotoGP dua kali itu mengungkap bahwa grip ban belakang Ducati GP26 miliknya sangat buruk. Bahkan, menurut Bagnaia, ban belakang kompon medium yang digunakannya sudah praktis habis hanya setelah lima lap.

Kondisi tersebut semakin memperpanjang periode sulit Bagnaia sejak MotoGP kembali bergulir setelah jeda musim panas. Persoalan grip belakang yang sebenarnya sudah mengganggunya sepanjang musim kini disebut semakin parah.

Ban Belakang Sudah Habis setelah Lima Lap

Bagnaia memulai Grand Prix Aragon dari posisi kedelapan. Namun, alih-alih mampu bergerak mendekati kelompok depan, pembalap Italia itu kembali harus berjuang mengendalikan GP26.

Pada lap keenam dari total 23 lap, Bagnaia terjatuh ketika sedang menempati posisi ketujuh. Ia menjelaskan bahwa insiden tersebut bermula ketika bagian belakang motornya kehilangan grip, sebelum kondisi motor kemudian membuat ban depan ikut kehilangan cengkeraman.

"Kehilangan bagian belakang, kemudian kehilangan bagian depan," kata Bagnaia setelah balapan.

Menurutnya, masalah utama yang dirasakan adalah minimnya grip dari ban belakang. Bagnaia bahkan menggunakan istilah "nol grip" untuk menggambarkan kondisi motornya.

"Bagi saya, kurangnya grip dari belakang sudah terlalu besar, karena kenyataannya saya sama sekali tidak memiliki grip. Benar-benar nol grip," ujarnya.

Situasinya menjadi lebih mengkhawatirkan karena degradasi tersebut muncul sangat cepat. Setelah lima lap, Bagnaia merasa kondisi ban belakangnya sudah habis meski ia mengaku tidak sedang memaksakan motor secara berlebihan.

Ia sampai mengubah pemetaan mesin untuk mengurangi tenaga yang disalurkan ke roda belakang.

"Saya menggunakan map dengan tenaga lebih rendah setelah lima lap karena ban belakang benar-benar sudah habis dalam lima lap, tanpa saya memaksakan diri, tanpa melakukan apa pun," jelasnya.

Motor Mulai Tidak Stabil pada Lap Kelima

Masalah tersebut kemudian memengaruhi kestabilan Ducati GP26. Bagnaia mengatakan motor sudah mulai terasa tidak stabil pada lap kelima.

Ketika grip belakang hilang, bagian belakang motor bergerak. Saat ban belakang kembali mendapatkan cengkeraman, beban dan keseimbangan motor berubah sehingga Bagnaia kemudian kehilangan bagian depan.

Berita Terkait