Internasional . 30/08/2026, 11:57 WIB

Serangan Drone Rusia Hantam Gudang Senjata Dekat Kyiv, 37 Orang Tewas

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

fin.co.id - Setidaknya 37 orang tewas setelah serangan drone Rusia menghantam depot penyimpanan senjata militer Ukraina di Myla, sebuah desa di sebelah barat Kyiv. Serangan pada Jumat malam waktu setempat itu memicu ledakan susulan ketika amunisi, ranjau, dan drone yang disimpan di lokasi ikut meledak.

Peristiwa tersebut tidak hanya menghancurkan area depot, tetapi juga menimbulkan kerusakan besar pada permukiman warga yang berada di sekitarnya. Hampir 400 orang dilaporkan dievakuasi demi menghindari risiko ledakan lanjutan dan bahaya dari material peledak yang mungkin masih tersebar.

Ledakan Susulan Rusak Puluhan Rumah Warga

Otoritas setempat menyatakan sekitar 130 rumah mengalami kerusakan akibat gelombang ledakan. Bangunan di sekitar lokasi mengalami retakan pada dinding, pecahnya kaca jendela, hingga kerusakan struktur yang membuat sebagian warga tidak dapat langsung kembali ke rumah mereka.

Salah seorang warga Myla, Liubov Pavlenko, mengatakan rumahnya yang berjarak sekitar 200 meter dari gudang amunisi mengalami kerusakan berat.

"Semua benar-benar rusak. Ada retakan di seluruh bagian bangunan dan di sekitar jendela. Pada dasarnya, kekuatan struktur rumah ini sudah terganggu," katanya kepada BBC.

Ledakan itu juga merusak fasilitas di dekat lokasi, termasuk panti perawatan bagi lansia dan penyandang disabilitas. Sedikitnya 42 orang terluka, termasuk empat anak-anak. Operasi pencarian dan penyelamatan masih dilakukan untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal di area terdampak.

Zelensky Soroti Gudang Senjata di Dekat Permukiman

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengkritik keras keberadaan depot senjata di dekat kawasan yang dihuni warga. Ia menilai penyimpanan bahan peledak di lokasi tersebut tidak dapat dibenarkan, terlebih ketika Ukraina masih menghadapi serangan udara Rusia secara rutin.

"Lokasi penyimpanan itu jelas tidak seharusnya berada di sana," kata Zelensky.

Ia menyatakan penyelidikan telah dibuka untuk menelusuri dugaan kelalaian pihak yang memutuskan penyimpanan amunisi dan persenjataan di dekat rumah warga. Kantor Kejaksaan Agung Ukraina juga memeriksa legalitas penempatan bahan peledak di sekitar bangunan permukiman serta kemungkinan pelanggaran aturan oleh pejabat terkait.

Menurut Zelensky, terdapat ketentuan yang melarang penyimpanan amunisi di dekat rumah atau wilayah hunian. Karena itu, insiden di Myla memunculkan pertanyaan besar mengenai penerapan standar keselamatan di tengah perang yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Rusia Klaim Menyerang Depot Amunisi

Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi pasukannya telah menyerang sebuah depot amunisi di Myla. Moskow menyebut lokasi itu menyimpan komponen dan pendorong peluncuran untuk drone jarak jauh FP-1 dan FP-2 milik Ukraina.

Serangan ini menjadi insiden kedua dalam beberapa bulan terakhir yang menghantam depot amunisi di dekat Kyiv. Pada Juli lalu, serangan terhadap gudang amunisi di Vyshneve memicu ledakan lanjutan yang menewaskan sembilan orang, melukai puluhan warga, serta merusak lebih dari 280 rumah.

Perdana Menteri Ukraina Sergiy Koretsky menyesalkan bahwa pelajaran dari insiden sebelumnya dinilai belum benar-benar diterapkan. Ia menegaskan pihak yang bertanggung jawab harus menerima hukuman tegas agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Serangan Udara Rusia dan Ukraina Kian Intensif

Di tengah tragedi di Myla, serangan udara juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Ukraina, termasuk Odesa, Dnipropetrovsk, Sumy, dan Zaporizhzhia. Militer Ukraina mengklaim telah menembak jatuh 233 drone Rusia dalam serangan semalam.

Di wilayah Kyiv, seorang remaja berusia 14 tahun dilaporkan meninggal akibat serangan lain di Distrik Boryspil. Sementara itu, seorang anak berusia dua tahun disebut tewas setelah drone Rusia jatuh di Obolonskyi. Lima orang lainnya terluka dalam serangan lanjutan ke ibu kota Ukraina.

Intensitas serangan drone memperlihatkan bagaimana perang Rusia-Ukraina terus menempatkan warga sipil dalam risiko besar, bahkan ketika sasaran utama serangan disebut sebagai fasilitas militer. Kasus depot Myla juga menunjukkan bahwa lokasi penyimpanan amunisi dapat memperbesar dampak serangan apabila berada terlalu dekat dengan kawasan permukiman.

Penutup

Serangan drone Rusia terhadap gudang senjata di dekat Kyiv memperlihatkan dua ancaman yang terjadi sekaligus: eskalasi serangan udara dalam perang dan risiko keselamatan akibat penyimpanan amunisi di dekat warga. Ledakan susulan dari material peledak dapat memperluas kerusakan jauh melampaui target awal serangan.

Secara ilmiah, ledakan sekunder pada gudang amunisi dapat meningkatkan gelombang tekanan, panas, serta serpihan berbahaya yang menjangkau area luas. Karena itu, aturan penempatan fasilitas bahan peledak dengan jarak aman dari permukiman merupakan unsur penting dalam perlindungan warga sipil, khususnya di wilayah konflik.

Referensi: BBC News, “At Least 37 Dead and Hundreds Evacuated After Strike on Kyiv Weapons Depot”

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id