Meta Setujui Aturan Ketat bagi Remaja, TikTok dan YouTube Ikut Disorot
Meta menyetujui penerapan sejumlah aturan ketat bagi pengguna remaja di Instagram dan Facebook sebagai bagian dari penyelesaian gugatan senilai hingga 18 miliar
fin.co.id - Meta menyetujui penerapan sejumlah aturan ketat bagi pengguna remaja di Instagram dan Facebook sebagai bagian dari penyelesaian gugatan senilai hingga 18 miliar dolar AS atau sekitar Rp300 triliun. Kesepakatan tersebut sekaligus meningkatkan tekanan terhadap TikTok, YouTube, Snapchat, dan platform lain agar menerapkan perlindungan serupa.
Penyelesaian perkara telah disetujui oleh hakim federal di California. Kesepakatan itu mencakup 48 negara bagian Amerika Serikat, Washington DC, dan tiga wilayah AS. Pembayarannya akan disalurkan melalui cicilan tahunan selama 10 tahun.
Meta tidak mengakui melakukan kesalahan dalam kesepakatan tersebut. Namun, perusahaan harus mengubah cara Instagram dan Facebook beroperasi bagi pengguna remaja, mulai dari pembatasan waktu harian, penonaktifan notifikasi pada malam hari, hingga penyediaan feed yang tidak dikendalikan algoritma.
Perubahan tersebut membuat perkara ini tidak hanya berhubungan dengan pembayaran dalam jumlah besar. Kesepakatan juga dapat menjadi acuan baru bagi pemerintah untuk menuntut perubahan pada seluruh industri media sosial.
Gugatan Bermula dari Dugaan Pelanggaran Privasi Anak
Gugatan awal diajukan pada 2023 oleh 29 negara bagian Amerika Serikat. Meta dituduh melakukan sejumlah pelanggaran terhadap undang-undang federal dan negara bagian yang mengatur privasi anak.
Pengacara negara bagian berpendapat bahwa Meta mengetahui jutaan anak berusia 11 dan 12 tahun menggunakan Instagram dan Facebook. Meskipun mengetahui keberadaan pengguna yang belum memenuhi batas usia tersebut, perusahaan dituding tidak melakukan upaya yang memadai untuk mencegah mereka menggunakan platform.
Persidangan dimulai di pengadilan federal Oakland, California, dan berlangsung selama lima hari sebelum kesepakatan tercapai. Pihak negara bagian menggunakan jutaan dokumen internal Meta sebagai bukti, termasuk hasil penelitian, surat elektronik pegawai, dan percakapan internal yang melibatkan jajaran perusahaan hingga CEO Meta, Mark Zuckerberg.
Salah satu penelitian internal Instagram menyatakan bahwa remaja memiliki cara bercerita tentang penggunaan platform yang menyerupai pengalaman seseorang dengan kecanduan. Pengacara negara bagian menilai temuan internal itu tidak menghentikan Meta untuk tetap berusaha menarik pengguna berusia muda.
Jaksa Agung California Rob Bonta menyebut kesepakatan tersebut sebagai momentum penting. Ia mengatakan, "Ini adalah momen besar untuk membenahi industri yang telah merugikan anak-anak kita."
Baca Juga
Menurut Bonta, jalannya persidangan tidak menguntungkan Meta. Kesepakatan akhirnya dicapai sebelum sejumlah pejabat perusahaan kembali memberikan kesaksian di hadapan juri.
Batas Penggunaan Dua Jam Diterapkan Otomatis
Salah satu ketentuan utama dalam kesepakatan adalah pembatasan penggunaan Instagram dan Facebook selama dua jam per hari. Waktu penggunaan akan dihitung secara gabungan dari kedua platform.
Pembatasan itu diaktifkan secara otomatis pada akun remaja. Remaja hanya dapat mematikan atau mengubahnya setelah mendapatkan izin dari orang tua atau wali.