News

Festival Literasi Anak Terbesar di Indonesia Kembali Digelar, Angkat Hak Baca Anak di Wilayah Terdampak Bencana

Sambut CIA Fest 2026 di Jakarta! Perkuat perlindungan anak di era digital dengan ketersediaan bacaan cetak berkualitas dan gerakan Hak Baca Anak.

Festival Literasi Anak Terbesar di Indonesia Kembali Digelar, Angkat  Hak Baca Anak di Wilayah Terdampak Bencana
Festival Literasi Anak

fin.co.id - Penguatan perlindungan anak di ruang digital mendorong perhatian baru terhadap ketersediaan sumber informasi untuk anak. Di tengah kebijakan pemerintah yang memperketat akses anak terhadap sejumlah layanan digital, pemenuhan hak anak untuk memperoleh informasi dan pengetahuan melalui sumber yang sesuai dengan tahap perkembangannya menjadi isu yang turut diangkat dalam Kumpul Piknik Media Menuju CIA Fest 2026, Jumat (21/8).

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 sebagai aturan pelaksana Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS). Regulasi tersebut memperkuat perlindungan anak dalam penggunaan layanan digital, termasuk pengaturan usia dan akses.

Perlindungan di ruang digital perlu berjalan beriringan dengan ketersediaan sumber informasi yang aman dan sesuai usia. Bacaan fisik dan media yang sesuai dengan tahap perkembangan anak tetap menjadi bagian penting dalam menjaga akses terhadap informasi. Selama lebih dari 16 tahun, Majalah Cahaya Inspirasi Anak (CIA) dan Majalah Imajinatif, Seru, Orisinal (ISO)menghadirkan bacaan cetak bagi anak. Pendiri Majalah CIA dan ISO, Stefanie Augustin, menilai perlindungan anak perlu dibangun bersama dengan ekosistem literasi yang kuat.

“Melindungi anak dari risiko ruang digital tidak cukup hanya dengan membatasi akses. Anak tetap membutuhkan ruang untuk membaca, bertanya, menemukan pengetahuan, dan membangun cara berpikir. Karena itu, perlindungan anak perlu berjalan bersama dengan pemenuhan akses terhadap bacaan yang aman dan sesuai tahap perkembangannya,” ujar Stefanie.

Gagasan tersebut sejalan dengan gerakan Hak Baca Anak yang diusung Majalah CIA untuk mendorong kesadaran bahwa akses terhadap bacaan berkualitas merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang anak. Wujud implementasi tersebut hadir melalui CIA Fest 2026, yang akan berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan dan di tengah minimnya ruang aman di luar ruangan untuk anak beraktivitas, CIA Fest mempertemukan keluarga, komunitas, media, dan masyarakat umum untuk berkumpul merayakan dan memaknai literasi secara utuh.

Tahun ini, CIA Fest mengangkat tema “Sumatra: Dari Anak untuk Anak”, dengan mengajak anak-anak berperan dalam mendukung teman sebaya yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Dalam situasi pascabencana, pemulihan anak tidak berhenti pada kebutuhan dasar. Keberlanjutan belajar dan akses terhadap bacaan juga perlu mendapat perhatian. Ketika bahan bacaan sulit dijangkau, salah satu sumber pengetahuan anak ikut terputus. Karena itu, penggalangan dana dalam rangkaian CIA Fest 2026 akan disalurkan dalam bentuk Majalah CIA dan Majalah ISO untuk anak-anak di wilayah terdampak bencana. Bahkan sebelum bencana, masih banyak anak yang belum terpenuhi hak bacanya karena minim dan tidak meratanya akses terhadap bahan bacaan cetak. Anak-anak peserta CIA Fest 2026 adalah anak-anak yang akan punya perhatian pada permasalahan nyata yang terjadi dan terhadap sesama, punya tambahan pengetahuan yang memperkaya dirinya, punya pendirian untuk menentukan sikap, dan punya peran melalui aksi nyata bermakna.

Berita Terkait