Tekno

Jejak Pesawat Ternyata Bisa Memanaskan Bumi, AI Dicoba untuk Mengatasinya

Jejak putih yang terlihat memanjang di belakang pesawat ternyata tidak selalu sekadar pemandangan biasa di langit. Jejak tersebut dikenal sebagai contrail

Jejak Pesawat Ternyata Bisa Memanaskan Bumi, AI Dicoba untuk Mengatasinya
Jejak Pesawat, Image: DALL·E 3

fin.co.id - Jejak putih yang terlihat memanjang di belakang pesawat ternyata tidak selalu sekadar pemandangan biasa di langit. Jejak tersebut dikenal sebagai contrail atau condensation trail, yaitu awan tipis yang terbentuk ketika gas buang mesin pesawat bertemu dengan udara yang sangat dingin di ketinggian.

Dalam kondisi tertentu, contrail dapat bertahan lebih lama, menyebar dan membentuk lapisan awan yang mampu memerangkap panas di atmosfer. Fenomena inilah yang kini menjadi perhatian ilmuwan karena dapat memperbesar dampak penerbangan terhadap perubahan iklim.

Untuk mengatasinya, Inggris bersama sejumlah perusahaan teknologi dan lembaga penelitian sedang menguji penggunaan kecerdasan buatan atau AI. Teknologi tersebut akan digunakan untuk memprediksi wilayah udara yang berpotensi menghasilkan contrail yang memiliki efek pemanasan.

Mengapa Jejak Pesawat Bisa Memanaskan Bumi?

Contrail terbentuk ketika uap air dan gas buang dari mesin pesawat keluar ke atmosfer yang memiliki suhu sangat rendah. Dalam kondisi tertentu, uap tersebut dapat berubah menjadi kristal es.

Sebagian contrail menghilang dalam waktu singkat. Namun, ketika pesawat terbang melalui wilayah atmosfer yang sangat dingin dan lembap, kristal es dapat bertahan lebih lama dan menyebar.

Awan es yang terbentuk kemudian dapat memengaruhi keseimbangan energi di atmosfer. Panas yang seharusnya kembali keluar dari Bumi dapat tertahan sehingga memberikan efek pemanasan.

Menurut Paul Hodgson dari Google yang dikutip BBC, pemanasan akibat contrail diperkirakan menyumbang bagian yang cukup besar terhadap pemanasan iklim yang berkaitan dengan penerbangan. Namun, ia juga menegaskan bahwa angka pastinya masih memiliki ketidakpastian ilmiah.

Fenomena ini menunjukkan bahwa dampak penerbangan terhadap iklim tidak hanya berasal dari karbon dioksida yang dihasilkan mesin pesawat.

AI Akan Memprediksi Lokasi Contrail Berisiko

Proyek yang disebut Operation Blue Skies akan menguji apakah AI dapat membantu pesawat menghindari wilayah atmosfer yang berpotensi menghasilkan contrail yang bertahan lama.

Dalam proyek tersebut, Google akan memanfaatkan citra satelit dan data penerbangan untuk mengetahui lokasi tempat contrail sebelumnya terbentuk. Data tersebut kemudian dikombinasikan dengan informasi mengenai pola cuaca.

AI dapat menggunakan berbagai data tersebut untuk memperkirakan kondisi atmosfer yang memungkinkan terbentuknya contrail yang berpotensi memberikan efek pemanasan.

Informasi hasil prediksi kemudian akan diberikan kepada pengelola lalu lintas udara National Air Traffic Services atau NATS. Pengendali lalu lintas udara dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengarahkan pesawat agar menghindari wilayah tertentu.

Pendekatan ini tidak berarti pesawat harus mengubah rute secara drastis.

Berita Terkait