Internasional . 06/08/2026, 14:25 WIB

Iran dan Oman Capai Tahap Akhir Kesepakatan Jalur Selat Hormuz

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

fin.co.id - Iran mengumumkan bahwa kesepakatan dengan Oman terkait jalur pelayaran di Selat Hormuz telah memasuki tahap akhir. Langkah ini menjadi perkembangan penting di tengah ketegangan yang masih berlangsung di kawasan Teluk dan meningkatnya tekanan internasional agar jalur pelayaran strategis tersebut kembali beroperasi.

Meski demikian, Teheran menegaskan bahwa kesepakatan dengan Oman tidak serta-merta menjamin keamanan pelayaran karena situasi di kawasan masih dipengaruhi oleh blokade laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Jalur Pelayaran Baru Masuk Tahap Final

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan koordinat geografis jalur pelayaran telah disepakati bersama Oman. Namun, ia tidak mengungkapkan rincian mengenai rute yang dimaksud.

Menurut Baqaei, faktor-faktor yang membuat Selat Hormuz tidak aman masih ada, terutama akibat blokade angkatan laut AS dan berbagai tindakan yang dinilai mengancam kepentingan Iran.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, kemudian menjelaskan bahwa jalur baru tersebut bersifat sementara dan kemungkinan akan digunakan selama dua hingga empat bulan sebelum ada pengaturan permanen.

Selat Hormuz Tetap Jadi Titik Panas

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi terpenting di dunia. Sekitar 20 persen pasokan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) global biasanya melewati kawasan ini.

Sejak konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel pecah pada Februari 2026, lalu lintas kapal di Selat Hormuz menurun drastis. Iran memberlakukan aturan bahwa setiap kapal harus memperoleh izin sebelum melintas, dan beberapa kapal dilaporkan menjadi sasaran setelah mengabaikan ketentuan tersebut.

Ketidakpastian ini membuat pasokan energi global terganggu dan memicu fluktuasi harga minyak dunia selama beberapa bulan terakhir.

Perbedaan Pendapat Soal Biaya Melintas

Salah satu isu yang masih menjadi perdebatan adalah biaya yang akan dikenakan kepada kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Menurut laporan Reuters, Iran menginginkan biaya antara 5 hingga 7 persen dari nilai muatan kapal. Sementara itu, Oman disebut mengusulkan tarif sekitar 3 persen, sedangkan Amerika Serikat menginginkan jalur tersebut dapat digunakan tanpa pungutan biaya.

Laporan yang sama juga menyebutkan bahwa usulan kesepakatan memberikan Iran kendali lebih besar terhadap kapal-kapal yang memasuki kawasan Teluk melalui Selat Hormuz.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id