Tinawati Andra Soni Tekankan Pentingnya Ruang Inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni menekankan pentingnya menghadirkan ruang yang inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.
fin.co.id - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni menekankan pentingnya menghadirkan ruang yang inklusif bagi anak berkebutuhan khusus agar mereka dapat tumbuh, belajar, dan berkembang secara optimal di tengah masyarakat.
Hal itu disampaikan Tinawati Andra Soni saat mengikuti kegiatan PKK Mengajar di Sekolah Khusus (SKh) An-Nuur, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Rabu, 5 Agustus 2026.
Menurut Tinawati Andra Soni, anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak serta diterima di tengah kehidupan bermasyarakat.
Oleh karena itu, kata Tinawati Andra Soni, dibutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, satuan pendidikan, keluarga hingga masyarakat untuk menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi mereka.
"Kita harus bersama-sama memberikan ruang yang aman dan nyaman agar anak-anak kita bisa tumbuh dan berkembang secara optimal," ujar Tinawati Andra Soni.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk mengaktifkan ruang-ruang yang inklusif sehingga anak-anak berkebutuhan khusus memiliki kesempatan yang sama untuk berinteraksi dan berkembang bersama masyarakat maupun anak-anak lainnya.
"Mari kita aktifkan ruang-ruang yang inklusif sehingga anak-anak istimewa memiliki ruang gerak yang utuh bersama masyarakat dan anak-anak lainnya," katanya.
Kegiatan PKK Mengajar di SKh An-Nuur merupakan bagian dari upaya Tim Penggerak PKK Provinsi Banten dalam memperkuat kontribusi organisasi pada sektor pendidikan. Bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tangerang Masturoh Sachrudin, Tinawati Andra Soni memberikan motivasi kepada peserta didik, wali murid, dan tenaga pendidik.
Tinawati Andra Soni menjelaskan, PKK Mengajar bukan untuk mengambil alih peran guru, melainkan sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan karakter serta pendidikan keluarga sejak dini. Program tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program Pemerintah Pusat menuju Indonesia Emas 2045 dan sejalan dengan Program Sekolah Gratis Pemerintah Provinsi Banten.
"Kami ingin sekolah-sekolah seperti ini juga mendapatkan perhatian. Anak-anak istimewa memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak," katanya.
Baca Juga
Selain meninjau proses belajar mengajar, Tinawati Andra Soni juga berdialog dengan para orang tua murid. Dalam kesempatan itu, ia menerima berbagai masukan, mulai dari harapan agar akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus semakin luas hingga persoalan perundungan yang masih dialami sebagian anak.
Menurutnya, persoalan tersebut menjadi tanggung jawab bersama yang harus diselesaikan melalui penguatan kepedulian sosial, pendidikan karakter, serta dukungan seluruh elemen masyarakat.
Tinawati Andra Soni juga berharap pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan bersama seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat sinergi dalam membangun wilayah yang ramah bagi kelompok rentan, khususnya perempuan, anak, dan penyandang disabilitas.
"Kami berharap masyarakat untuk menerima anak-anak istimewa kita, supaya mereka juga punya ruang gerak secara utuh, supaya mereka bisa berkembang optimal bersama-sama dengan masyarakat dan anak-anak lain," pungkasnya.