fin.co.id - Polda Metro Jaya menegaskan kondisi keamanan dan ketertiban di wilayah DKI Jakarta hingga saat ini tetap terkendali. Masyarakat pun diimbau tidak mudah mempercayai informasi yang belum dipastikan kebenarannya maupun unggahan provokatif yang beredar di media sosial.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan masyarakat tetap memiliki kebebasan untuk menyampaikan kritik, pendapat, maupun gagasan melalui ruang digital. Namun, ia mengingatkan agar setiap informasi yang diterima terlebih dahulu diverifikasi sebelum dipercaya atau disebarluaskan.
"Media sosial merupakan ruang publik. Silakan masyarakat menyampaikan kritik, ide, dan gagasan. Namun, kita juga harus mampu memfilter informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh disinformasi, provokasi, fitnah, maupun informasi yang menyesatkan," katanya kepada wartawan, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Budi menjelaskan, Polda Metro Jaya terus melakukan pemantauan melalui patroli siber yang dijalankan Direktorat Siber. Selain itu, koordinasi juga dilakukan bersama Direktorat Intelkam, organisasi kemasyarakatan, hingga berbagai komunitas untuk memonitor perkembangan situasi keamanan di lapangan.
Ia memastikan hingga kini belum ada pemberitahuan resmi mengenai rencana aksi yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di Ibu Kota.
Menanggapi ramainya spekulasi di media sosial terkait pemasangan pagar di salah satu pusat perbelanjaan, Budi meminta masyarakat tidak terburu-buru mengaitkannya dengan kondisi keamanan. Menurutnya, pemasangan pagar bisa saja dilakukan karena alasan teknis, pengembangan bangunan, maupun persoalan batas lahan yang menjadi kewenangan pengelola.
"Langkah pertama, tanyakan terlebih dahulu kepada pihak manajemen atau asosiasi mal. Jangan sampai muncul persepsi bahwa pembangunan pagar tinggi berarti situasi sudah mencekam. Itu tidak benar," ucapnya.
Ia menambahkan, Gubernur DKI Jakarta juga telah menyatakan kondisi ibu kota tetap aman dan bahkan meminta agar pagar tersebut segera dilepas agar tidak memicu keresahan di tengah masyarakat.
Menurut Budi, Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus bersinergi untuk menjaga keamanan sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas seperti biasa.
Ia menyebut berbagai kegiatan masyarakat di sejumlah lokasi, seperti kawasan Monumen Nasional (Monas) dan Gelora Bung Karno (GBK), tetap berlangsung normal. Selain itu, puluhan agenda masyarakat serta sejumlah aksi penyampaian pendapat juga berjalan dengan aman dan tertib.
Baca Juga
"Kami menjamin situasi di DKI Jakarta aman, tertib, damai, dan dapat dikendalikan. Bukan hanya sampai Agustus, tetapi juga pada bulan-bulan berikutnya. Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya dan Pemerintah DKI akan terus hadir mengawal seluruh aktivitas masyarakat," tegasnya.
Rafi Adhi/Disway