Internasional . 31/07/2026, 18:17 WIB

Memanas! IRGC Tembak Dua Kapal Tanker di Selat Hormuz, Iran Warning Eropa Soal Pangkalan AS

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana
Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah menembak dan menghentikan dua kapal tanker di Selat Hormuz, sementara empat kapal lainnya berbalik arah setelah menerima peringatan dari Iran.

Dalam sebuah pernyataan, IRGC mengatakan insiden itu terjadi pada Jumat, 31 Juli 2026 pagi, ketika dua kapal tanker melintasi apa yang digambarkan sebagai "rute yang tidak diumumkan" di bawah pengawalan udara AS dan mengabaikan peringatan Iran.

Menurut IRGC, kedua kapal tanker tersebut "ditembak dan dihentikan," sementara empat kapal lainnya "dengan cepat mengubah haluan dan kembali ke lokasi mereka.

"Tadi malam, sebagai tanggapan atas pernyataan palsu CENTCOM, kami memberi tahu semua pemilik kapal dan perusahaan asuransi untuk tidak memperhatikan pernyataan CENTCOM," kata IRGC.

Sebelumnya pada hari Kamis, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan pasukan AS telah mengalihkan 24 kapal komersial dan menonaktifkan serta menaiki empat kapal lainnya "untuk memastikan kepatuhan penuh."

CENTCOM juga menolak klaim IRGC bahwa navigasi melalui Selat Hormuz tidak aman, dengan mengatakan bahwa ancaman utama bagi awak sipil tetaplah tindakan IRGC.

Ketegangan antara Washington dan Teheran telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir, dengan AS melakukan serangan terhadap Iran dan Teheran menanggapi dengan menargetkan apa yang mereka sebut sebagai fasilitas dan peralatan militer AS di seluruh wilayah tersebut.

Desakan Diplomasi Iran Kepada Bulgaria dan Siprus

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mendesak Bulgaria untuk mempertimbangkan kembali keputusannya untuk mengizinkan penempatan sementara pesawat militer AS di pangkalan udara Bezmer, media pemerintah Iran melaporkan pada hari Kamis.

Selama percakapan telepon dengan rekannya dari Bulgaria, Velislava Petrova-Chamova, Araghchi mengatakan persetujuan Sofia atas permintaan AS untuk menempatkan pesawat militer di pangkalan tersebut untuk mendukung operasi militer sama dengan memfasilitasi agresi terhadap Iran, menambahkan bahwa langkah tersebut tidak dapat diterima dan bertentangan dengan hubungan persahabatan tradisional antara kedua negara.

Iran telah berulang kali memperingatkan negara-negara yang mengizinkan wilayah mereka digunakan untuk operasi militer AS terhadap Iran bahwa mereka dapat "menghadapi konsekuensi."

Araghchi melakukan panggilan telepon terpisah dengan Menteri Luar Negeri Siprus Constantinos Kombos, di mana ia menekankan pentingnya mencegah pangkalan militer asing di Siprus digunakan untuk melawan Iran.

Keterlibatan Pangkalan Militer Eropa dan Peringatan Keras IRGC

Parlemen Bulgaria pekan lalu menyetujui penempatan sementara hingga delapan pesawat tanker KC-135 AS dan hingga 250 personel di pangkalan udara Bezmer meskipun ada keberatan dari Iran. Sofia mengatakan tidak ada senjata ofensif yang akan dikerahkan dan bahwa langkah tersebut tidak menjadikan Bulgaria sebagai pihak dalam operasi militer.

Siprus menjadi tuan rumah dua pangkalan militer berdaulat Inggris, termasuk RAF Akrotiri, yang dihantam oleh drone Iran pada awal Maret, beberapa hari setelah Israel dan AS memulai serangan terhadap Iran.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id