Upaya Redam Ketegangan: Pakistan Ajak AS dan Iran Kembali ke Meja Perundingan

fin.co.id - 30/07/2026, 19:41 WIB

Upaya Redam Ketegangan: Pakistan Ajak AS dan Iran Kembali ke Meja Perundingan

Pakistan dorong AS dan Iran kembali berunding sesuai MoU Islamabad.

fin.co.id - Upaya meredakan gejolak di kawasan Timur Tengah terus berjalan lewat jalur diplomatik. Pemerintah Pakistan mengambil peran aktif dalam menjembatani komunikasi dua negara yang tengah berkonflik agar mau kembali berdialog.

Pakistan menyatakan, pihaknya berupaya "semaksimal mungkin" untuk membawa AS dan Iran kembali ke meja perundingan berdasarkan nota kesepahaman (MoU) Islamabad yang ditandatangani bulan lalu.

Pemerintah Pakistan menekankan pentingnya menjaga stabilitas kawasan, terutama pada jalur pelayaran vital internasional yang terdampak langsung oleh perselisihan ini.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Tahir Andrabi, mengatakan kepada wartawan, Kamis, 30 Juli 2026, bahwa negosiasi antara "pihak-pihak" sedang berlangsung untuk menormalkan situasi, khususnya situasi di Selat Hormuz.

Islamabad secara konsisten memilih langkah damai dan percaya bahwa penyelesaian masalah hanya bisa tercapai lewat diskusi terbuka antaranegara.

Ia mengatakan bahwa Islamabad akan terus mendukung dialog dan diplomasi, dan menegaskan bahwa itu tetap menjadi "satu-satunya jalan yang layak ke depan."

"Kami menyambut semua upaya yang bertujuan untuk mempertahankan penghentian permusuhan dan dimulainya kembali dialog antara Iran dan AS," katanya.

Landasan Kesepakatan MoU Islamabad dan Peran Kunci Qatar

Komitmen Pakistan dalam mengupayakan perdamaian ini merujuk pada kesepakatan bersama yang telah terbentuk sebelumnya bersama negara mitra.

Ia menambahkan bahwa Pakistan berupaya "semaksimal mungkin" untuk membawa kedua pihak kembali ke MoU Islamabad "agar semua hal yang mengganggu dapat dihilangkan sesuai dengan semangat perjanjian dan pernyataan bersama Pakistan-Qatar pada 22 Juni".

Meskipun kondisi di lapangan memperlihatkan tanda-tanda mereda, pihak Kementerian Luar Negeri Pakistan tetap memantau perkembangan situasi dengan cermat.

“Pakistan mencatat dengan keprihatinan bahwa situasi keamanan di Timur Tengah “tetap genting meskipun relatif tenang dalam beberapa hari mebelakangkan ini, yang telah membangkitkan kembali harapan,” lanjutnya.

Desakan Menahan Diri di Tengah Ketidakpastian Perjanjian

Guna mencegah eskalasi susulan, Pakistan meminta seluruh pihak terkait untuk tetap memegang teguh komitmen yang sudah disepakati bersama.

Andrabi mendesak Washington dan Teheran untuk “menahan diri semaksimal mungkin dan sepenuhnya mematuhi komitmen mereka untuk melanjutkan pembicaraan tingkat teknis” sesuai dengan MoU Islamabad dan pernyataan bersama Pakistan-Qatar.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID