fin.co.id - Impian generasi muda Indonesia untuk mengecap pendidikan tinggi kerap terhalang jarak dan akses. Menjawab tantangan itu, sepanjang Juli 2026 tim LPDP bergerilya menyusuri berbagai wilayah Nusantara.
Rangkaian perjalanan mencakup Bangka Belitung, Kalimantan, Sumatera Barat, Pulau Buru, Maluku, hingga Sulawesi Tenggara demi menyuarakan pesan setara: kesempatan belajar harus menjangkau siapa saja.
Aksi jemput bola ini berlangsung sejak pendaftaran resmi meluncur pada 30 Juni hingga 31 Juli 2026. Langkah ini menjadi angin segar bagi calon mahasiswa daerah yang mengincar Beasiswa LPDP jenjang S2 maupun S3, baik di dalam negeri ataupun mancanegara.
Sejumlah kampus menjadi lokasi sosialisasi ini, antara lain Universitas Bangka Belitung, UIN Sjech M. Jamil Djambek, Institut Teknologi Kalimantan, Universitas Iqra Buru, Politeknik Perikanan Negeri Tual, Universitas Halu Oleo Kendari, Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan Wakatobi, serta Universitas Muhammadiyah Buton Baubau.
Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso menegaskan, program ini menjadi instrumen penting pemerintah untuk mengakselerasi kualitas SDM sekaligus mencetak tenaga ahli di berbagai sektor vital nasional.
Pada periode 2026, LPDP meluncurkan dua skema utama yang saling menopang pembangunan nasional, yakni Beasiswa STEM Industri Strategis dan Beasiswa SHARE (Social, Humanities, Arts for People, Religious Studies, Economics).
Fokus STEM Industri Strategis menyasar sektor ketahanan pangan, energi, pertahanan, teknologi digital seperti AI dan semikonduktor, kesehatan, hilirisasi, maritim, manufaktur material maju, hingga ranah kewirausahaan kreatif. LPDP turut mengakomodasi bidang STEM-related yang mencakup bisnis, ekonomi, hukum, serta kebijakan publik pendukung industri.
Di sisi lain, bidang SHARE tetap menjadi pilar utama dalam memperkuat fondasi sosial, budaya, pendidikan, ekonomi, kebijakan publik, dan keagamaan bangsa.
“LPDP berupaya menjemput bola, mendorong penjaringan talenta unggul dari berbagai wilayah di seluruh Indonesia. Kami berharap semakin banyak putra-putri daerah yang mengakses Beasiswa LPDP sehingga dapat berkontribusi bagi pengembangan industri strategis Indonesia.” ujar Dwi Larso saat paparan di Universitas Halu Oleo Kendari pada 14 Juli 2026 kemarin.
Kelonggaran Syarat dan Fasilitas Khusus Pelamar Daerah Afirmasi
Guna meluaskan jangkauan penerima, LPDP juga memberlakukan sejumlah kelonggaran aturan pada Seleksi Beasiswa Tahap II Tahun 2026.
Baca Juga
Pembaruan kebijakan ini mencakup variasi pilihan sertifikat bahasa Inggris, kemudahan bagi pemilik Letter of Acceptance (LoA) Unconditional, penyesuaian syarat bagi kelompok afirmasi, penurunan batas nilai bahasa Inggris di skema tertentu, hingga penambahan daftar Perguruan Tinggi Unggulan LPDP dari 17 menjadi 31 kampus (14 di antaranya berfokus pada STEM).
"Penyesuaian persyaratan beasiswa bagi masyarakat daerah afirmasi merupakan bentuk pemerataan akses pendidikan, karena garis start anak muda Tual pasti akan berbeda dengan garis start anak muda di Jakarta, Bandung, dan kota besar lainnya. Maka, manfaatkanlah kategori beasiswa daerah afirmasi." ujar Andar Ramona Sinaga selaku Kepala Divisi Rekrutmen dan Seleksi Beasiswa LPDP saat di Tual, Maluku pada 9 Juli 2026 kemarin.
Inisiatif LPDP ini mendapat sambutan hangat dari para pimpinan daerah dan pimpinan perguruan tinggi. Mereka menilai langkah langsung ke lapangan ini membuka jalan lebar bagi anak muda daerah untuk merengkuh gelar magister, doktor, hingga dokter spesialis, yang kelak bisa kembali dan membangun tanah kelahiran mereka.