Ekonomi . 29/07/2026, 21:37 WIB
fin.co.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menghitung kembali harga keekonomian bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax di tengah fluktuasi harga minyak dunia yang mulai menunjukkan tren penurunan.
Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap kondisi pasar energi global yang masih dipengaruhi gejolak geopolitik. Apabila hasil perhitungan menunjukkan biaya pokok penyediaan (BPP) semakin rendah, bukan tidak mungkin harga Pertamax akan mengalami penyesuaian turun dalam waktu mendatang.
Wakil Menteri ESDM Yuliot menjelaskan bahwa pemerintah akan menghitung terlebih dahulu biaya pokok penyediaan yang dimiliki Pertamina sebelum menentukan apakah harga jual Pertamax masih sesuai dengan kondisi pasar saat ini.
"Jadi nanti akan dihitung BPP Pertamina ditambah keuntungan. Nanti kami dari Kementerian ESDM akan mencoba melihat kira-kira bagaimana keekonomian harga tersebut," ujar Yuliot di Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Menurut Yuliot, harga Pertamax sebagai BBM nonsubsidi memang sangat dipengaruhi oleh perkembangan harga minyak mentah dunia. Ketika harga minyak global naik, biaya pengadaan BBM ikut meningkat. Sebaliknya, jika harga minyak mengalami penurunan secara konsisten, maka terdapat peluang bagi Pertamina untuk melakukan penyesuaian harga.
Meski demikian, pemerintah tetap berhati-hati karena kondisi geopolitik internasional masih memicu ketidakpastian di pasar energi. Konflik di sejumlah kawasan strategis dunia membuat harga minyak masih berpotensi bergerak naik maupun turun dalam waktu singkat.
Karena itu, pemerintah tidak hanya melihat harga harian, tetapi menggunakan rata-rata harga minyak dunia sebagai dasar dalam menentukan keekonomian harga BBM.
"Kalau potensi nanti harga minyak secara rata-rata turun, tentu Pertamina akan menyesuaikan harga," jelas Yuliot.
Harapan turunnya harga Pertamax semakin terbuka setelah harga minyak mentah dunia mengalami koreksi cukup dalam pada perdagangan Selasa (28/7/2026).
Harga minyak mentah Brent tercatat turun lebih dari dua persen hingga berada di level 83,86 dolar AS per barel, atau menjadi pertama kalinya berada di bawah level 84 dolar AS sejak pertengahan Juli 2026.
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga ikut melemah menjadi 80,73 dolar AS per barel.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id