Nasional . 29/07/2026, 15:35 WIB
fin.co.id - Pemerintah memastikan akan terus mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah utama dalam mengantisipasi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan memicu kekeringan serta meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain membantu pemadaman titik api, OMC juga diarahkan untuk menjaga ketersediaan air di bendungan, waduk, dan danau.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan kesiapsiagaan menghadapi El Nino menjadi salah satu agenda pembahasan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran Kabinet Merah Putih, Panglima TNI, Kapolri, kepala lembaga, dan pejabat terkait.
"Kita ingin memastikan bahwa pemerintah juga siap dengan Satgas, baik Satgas darat, Satgas udara, dan termasuk dengan menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca. Saya ulangi, melalui Operasi Modifikasi Cuaca dengan metodologi yang diharapkan bisa segera memadamkan titik-titik api," kata AHY di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa, 28 Juli 2026.
Menurut AHY, pemanfaatan OMC tidak hanya difokuskan untuk menekan potensi kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga menjaga pasokan air selama musim kemarau agar tetap mencukupi kebutuhan masyarakat.
"Termasuk Operasi Modifikasi Cuaca untuk memastikan debit air di bendungan dan waduk, termasuk danau kita juga dalam status yang aman," ujarnya.
Ia menjelaskan, program OMC telah dijalankan selama ini dan akan terus diperkuat berdasarkan simulasi serta proyeksi kondisi cuaca dalam beberapa pekan hingga beberapa bulan mendatang.
"OMC ini juga sudah dilakukan selama ini, tapi terus diantisipasi dengan mensimulasikan, memproyeksikan beberapa minggu atau bulan ke depan. Ini akan terus dilakukan tentu kolaborasi antar berbagai stakeholders," jelas dia.
AHY juga mengungkapkan pemerintah tengah mengembangkan metode operasi modifikasi cuaca agar semakin efektif. Salah satu inovasi yang sedang dikaji adalah penggunaan teknologi drone sebagai pelengkap metode konvensional.
"Tadi juga dibahas bahwa metodologi OMC ini semakin berkembang. Artinya tidak hanya menggunakan cara-cara yang konvensional yang selama ini kita gunakan, tetapi juga didiskusikan bagaimana nanti ke depan dengan perkembangan teknologi, misalnya dengan drone dan yang lain-lain, ini bisa meningkatkan efisiensi sekaligus efektivitas operasi modifikasi cuaca," jelas AHY.
Selain memperkuat OMC, pemerintah mengandalkan pemetaan wilayah rawan yang terus diperbarui oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pemetaan tersebut menjadi acuan dalam menentukan daerah prioritas yang membutuhkan pengawasan dan langkah mitigasi.
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan air nasional melalui pengembangan teknologi desalinasi air laut, pengolahan air payau, serta pencarian sumber-sumber air baru di daerah yang berpotensi mengalami kekeringan.
AHY menegaskan seluruh upaya tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah mampu menghadapi cuaca ekstrem tanpa mengganggu ketahanan pangan, ketahanan energi, maupun ketersediaan air bagi masyarakat.
"Kita ingin mendorong bahwa ketika cuaca ekstrem terjadi, termasuk El Nino yang mungkin berkepanjangan, kita semua siap dan juga harus menyiapkan langkah-langkah antisipasi bukan hanya jika kekurangan air tetapi juga jika terjadi kebakaran hutan dan lahan," kata AHY.
Anisha Aprilia/Disway
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id