Internasional . 28/07/2026, 21:34 WIB

Korban Tewas Gelombang Panas Spanyol Tembus 3.800 Jiwa! Pemerintah Kucurkan Rp205 Miliar untuk Penanganan Bencana

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana
Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Spanyol mengalami krisis iklim parah setelah cuaca ekstrem menerjang berbagai wilayahnya. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengonfirmasi pada Senin, 27 Juli 2026, gelombang panas telah merenggut lebih dari 3.800 korban jiwa di negara tersebut sejak awal tahun ini.

Dampak cuaca panas yang terik turut memicu kebakaran hutan dahsyat hingga meluas ke pemukiman. Kondisi darurat tersebut memaksa pemerintah Spanyol menetapkan status darurat nasional pada pekan lalu untuk tiga kawasan utama, yakni wilayah otonom Madrid, Provinsi Avila, dan Provinsi Toledo.

"Suhu panas telah merenggut lebih dari 3.800 nyawa," ujar Sanchez saat mengumumkan proyek pembangunan jaringan fasilitas perlindungan komprehensif bagi warga dari suhu ekstrem Climate Shelters Network.

Guna menekan jumlah korban akibat serangan suhu tinggi, pemerintah Spanyol mengalokasikan anggaran senilai 10 juta euro (sekitar Rp205,54 miliar). Dana hibah tersebut mengalir untuk membangun deretan tempat perlindungan baru yang aman bagi masyarakat sipil.

"Kami menyetujui pemberian dukungan senilai 10 juta euro untuk mendanai (pembangunan) tempat-tempat perlindungan baru, termasuk di sejumlah institusi pendidikan," tambah Sanchez.

Langkah darurat ini menyusul rekor kelam penanganan iklim di negara matador tersebut. Pada awal Juni lalu, Kementerian Kesehatan Spanyol mencatat bahwa suhu tinggi yang ekstrem di negara tersebut telah merenggut lebih dari 27 ribu nyawa sepanjang kurun waktu 2015 hingga 2025.

Kebakaran Hutan Hancurkan Ratusan Ribu Hektar Lahan

Selain korban jiwa, lonjakan temperatur memicu rentetan kebakaran hutan hebat di berbagai provinsi. Bencana karhutla di Provinsi Avila menghanguskan sekitar 50 ribu hektar kawasan hutan.

Media Spanyol La Sexta, mengutip pemberitaan RIA Novosti dari Moskow pada Senin, menyebut insiden di Avila ini sebagai bencana kebakaran terbesar dalam sejarah negara Spanyol.

Secara keseluruhan, otoritas setempat mencatat sebanyak 32 kebakaran hutan hebat melanda Spanyol sejak awal 2026. Kobaran api membakar hingga 153 ribu hektar lahan di berbagai penjuru wilayah.

Puluhan Ribu Warga Jalani Evakuasi Darurat

Amukan api dan kepulan asap tebal memaksa petugas mengevakuasi warga demi keselamatan jiwa. Sekitar 90 ribu orang di tiga wilayah terdampak—Avila, Madrid, dan Toledo—harus mengungsi maupun mendapat instruksi untuk tetap berada di dalam rumah.

Di tempat lain, ancaman jilatan api juga menyasar Provinsi Castellon. Petugas keselamatan resmi mengevakuasi sebanyak 16 ribu warga setempat menuju lokasi aman dari jangkuan kebakaran hutan.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id