Hukum dan Kriminal . 27/07/2026, 17:38 WIB
fin.co.id - DPR RI memberikan perhatian serius terhadap insiden tewasnya Sutrimo, seorang penjaga rumah mantan Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. Anggota Komisi III DPR RI, Hasbiallah Ilyas, secara tegas mendukung langkah Polda Metro Jaya untuk membongkar kasus ini tanpa ada yang ditutupi.
"Saya mendukung penuh langkah Polda Metro Jaya untuk bergerak cepat mengusut tuntas kematian Sutrimo secara profesional, transparan, dan akuntabel," kata Hasbiallah dalam keterangannya, Senin, 27 Juli 2026.
Dorongan tersebut diberikan mengingat kondisi jenazah saat ditemukan menunjukkan tanda-tanda yang mencurigakan, seperti keluarnya buih dari hidung dan mulut. Menurut Hasbiallah, indikasi tersebut menuntut adanya pembuktian medis yang mendalam.
"Melihat kondisi jenazah yang mengeluarkan busa dari mulut dan hidung, secara kasatmata terdapat indikasi kuat yang mengarah pada dugaan keracunan. Temuan medis awal ini tentu tidak bisa dipandang sebelah mata dan membutuhkan hasil uji laboratorium forensik serta otopsi yang mendalam," ujarnya.
Politikus PKB itu menambahkan bahwa latar belakang pekerjaan korban berisiko memicu berbagai asumsi liar di tengah masyarakat jika aparat penegak hukum tidak bergerak cepat dan terbuka.
"Apalagi, almarhum diketahui merupakan penjaga rumah mantan Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. Keterkaitan latar belakang ini membuat spekulasi di tengah masyarakat berkembang semakin liar ke berbagai arah jika tidak segera ditangani secara transparan," katanya.
Guna meredam polemik tersebut, Hasbiallah meminta kepolisian menggunakan metode penyidikan berbasis ilmiah atau *scientific crime investigation*.
"Tidak ada jalan lain bagi Polri selain mengusut kasus ini secara sangat serius melalui scientific crime investigation. Hanya ketegasan dan keterbukaan kepolisian yang bisa menjawab kesimpangsiuran publik serta menuntaskan teka-teki kematian almarhum," tuturnya.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto memaparkan bahwa Sutrimo pertama kali ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 23 Juli 2026. Korban sempat dilarikan menggunakan ambulans ke RS Muhammadiyah Taman Puring, namun nyawanya sudah tidak tertolong.
Pihak kepolisian saat ini masih mendalami seluruh petunjuk, mulai dari rekam medis, riwayat ambulans, hingga meminta keterangan dari para saksi secara hati-hati dan profesional sebelum menyimpulkan penyebab pasti kematian korban.
Anisha Aprilia/Disway
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id