fin.co.id — Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy membeberkan laporan intelijen terbaru terkait pergerakan militer di wilayah perbatasan. Dalam pidato video Sabtu, 25 Juli 2026 malam, Zelenskyy mengklaim bahwa Rusia sedang berupaya memboyong 30.000 tentara tambahan dari Korea Utara untuk memperkuat barisan perang di Ukraina.
Berdasarkan laporan intelijen yang menyeluruh mengenai rencana Rusia untuk musim gugur, Moskow saat ini tengah mempersiapkan berbagai kondisi demi memperluas skema mobilisasi pasukan tersebut.
Zelenskyy menuduh bahwa pihak Moskow sudah mulai bersiap di wilayah perbatasannya, yakni Voronezh, sejak bulan lalu untuk menampung kedatangan pasukan Korea Utara.
"Kami juga melihat kerja sama Rusia dengan Korea Utara. Rusia ingin mendapatkan 30.000 tentara lagi dari Korea Utara," tegas Zelenskyy.
Pengiriman Peluncur Rudal Balistik dan Bahaya Bagi Asia
Tidak hanya menyasar pengerahan ribuan personel militer, Zelenskyy juga mengungkap bahwa Pyongyang sedang bersiap untuk mentransfer unit peluncur rudal balistik baru ke Rusia.
Pemimpin Ukraina tersebut menegaskan bahwa integrasi militer ini menghadirkan bahaya nyata yang melintasi batas benua Europe hingga Asia. Menurutnya, aliansi ini memberikan ruang bagi Korea Utara untuk menguji dan memodernisasi kekuatan tempurnya secara langsung di lapangan.
“Ini bukan hanya ancaman bagi Ukraina. Rusia membantu Korea Utara mempelajari perang; Rusia meningkatkan persenjataan mereka – memberi mereka pengalaman dalam penggunaan senjata yang sebenarnya. Semua ini merupakan ancaman bagi semua orang di Asia yang berada dalam jangkauan rudal Korea Utara,” ujar Zelenskyy.
Ia pun menegaskan komitmen negaranya menghadapi perkembangan situasi ini: “Kami akan melawannya.”
Kemitraan Strategis dan Rekam Jejak Pasukan Korea Utara
Hubungan politik dan militer antara Rusia dan Korea Utara memang terus menguat. Kedua negara sebelumnya resmi menandatangani perjanjian kemitraan strategis komprehensif pada Juni 2024, yang mencakup klausul komitmen bantuan timbal balik jika salah satu pihak menghadapi situasi darurat militer.
Implementasi kemitraan ini terlihat dari konfirmasi resmi Moskow pada April 2025. Pihak Rusia membenarkan bahwa pasukan Korea Utara telah ikut serta secara aktif dalam upaya merebut kembali wilayah yang dikuasai Ukraina di daerah Kursk—wilayah perbatasan tempat Kyiv melancarkan serangan mendadak sejak Agustus 2024.
Baca Juga
Hingga saat ini, baik otoritas resmi Rusia maupun pemerintah Korea Utara belum memberikan tanggapan atau komentar resmi terkait klaim terbaru yang disampaikan oleh Zelenskyy.