Nasional . 25/07/2026, 19:27 WIB

118 Hektare Mangrove Rohil Dibabat Habis, BBKSDA Riau Apresiasi Polda

Penulis : Mihardi
Editor : Mihardi

fin.co.id - Langkah tanpa kompromi yang diambil Polda Riau dalam memberantas kejahatan lingkungan di pesisir Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menuai sambutan hangat. Aksi pengusutan tuntas pembabatan ekosistem mangrove seluas 118 hektare ini mendapat apresiasi setinggi-tingginya dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

Sebagai instansi yang menahkodai koordinasi Kementerian Kehutanan di Bumi Lancang Kuning, BBKSDA menilai tindakan tegas kepolisian ini merupakan sinyal keras bagi para perusak lingkungan bahwa wilayah pesisir Riau tidak boleh dirambah sembarangan.

Kabid Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, menegaskan, hutan mangrove bukan sekadar kumpulan pohon liar di tepi laut. Vegetasi tahan garam (halofit) ini memegang fungsi vital sebagai pelindung utama daratan dan keselamatan warga pesisir.

“Kami BKSDA mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas upaya penegakan hukum terhadap tindakan perusakan ekosistem mangrove di Kabupaten Rokan Hilir,” kata Ujang Holisudin, Sabtu, 25 Juli 2026.

Tameng Alam Penahan Abrasi dan 'Rumur Aman' Biota Laut

Menurut Ujang, tanpa keberadaan mangrove, garis pantai Riau terancam ambruk akibat hantaman abrasi ombak yang ganas. Perakaran yang kuat bekerja tanpa henti menjaga kestabilan tanah pesisir agar tidak runtuh ke laut.

Selain meredam bencana pesisir, kawasan rimbun ini menjadi surga tempat mencari makan (feeding ground) serta lokasi berkembang biak (spawning ground) bagi berbagai jenis ikan, udang, hingga kepiting yang menjadi tumpuan hidup nelayan tradisional.

“Mangrove berperan sebagai benteng alami yang melindungi garis pantai dari abrasi akibat gelombang dan arus laut,” jelas Ujang.

Tidak hanya itu, mangrove juga berfungsi ganda sebagai biofilter alami penyaring polutan berbahaya sebelum mencemari laut lepas, sekaligus menjadi rumah bagi aneka satwa liar seperti burung air.

Pukulan Telak Target Net Zero Emission Indonesia

Dalam skala global, pembabatan 118 hektare mangrove di Rohil merupakan kerugian besar bagi penanganan perubahan iklim. Mangrove dikenal sebagai penyerap karbon biru (blue carbon) raksasa yang mengikat emisi karbon jauh lebih efektif ketimbang hutan daratan, demi mendukung target Indonesia mencapai Net Zero Emission pada 2060.

Oleh karena itu, BBKSDA Riau berharap proses hukum yang sedang berjalan mampu memberikan efek jera yang nyata bagi para pelaku maupun pihak di balik layar.

"Menjaga ketahanan ekosistem mangrove sejatinya bukan sekadar menyelamatkan pepohonan, melainkan merawat masa depan pangan, keamanan pesisir, dan warisan lingkungan bagi generasi mendatang," pungkasnya.

Abdullah Sani/Disway

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id