Nasional . 24/07/2026, 20:48 WIB
fin.co.id - Salah satu tantangan yang ditemui Mitra Badan Gizi Nasional (BGN) selama menjalankan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) adalah mencari bahan baku yang berkualitas untuk menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Sujimin, salah satu mitra BGN, tidak mudah menemukan bahan baku yang berkualitas. Apalagi ada aturan ketat dari BGN yang menuntut pengelola dapur menyajikan hidangan bermutu tinggi tanpa melampaui standar harga lokal yang berlaku.
"Mencari bahan baku berkualitas tidak mudah. BGN mensyaratkan ketika belanja bahan baku tidak boleh melebihi harga pasar lokal, ini kan enggak mudah, sementara kita dituntut harus baik, berkualitas, tepat waktu, sedangkan kalau terjadi masalah, orang yang dicari pertama kali di dapur," kata Sujimin dalam siniar BGN, Jumat, 24 Juli 2026.
Namun demikian, ia menegaskan pentingnya mitra MBG tetap menjaga profesionalitas dan integritas dalam mengelola dapur MBG mengingat mitra akan menjadi orang pertama yang diminta bertanggung jawab ketika ada kejadian luar biasa.
"Kita punya beban moral dan sosial kepada masyarakat, kecuali yang punya dapur enggak tahu orangnya di mana, tetapi bagi kami, dapur harus dekat dengan saya, yang bisa saya pegang, karena yang kena pertama kali (ketika ada permasalahan) mitra dapur. Ini persoalannya adalah integritas, Merah Putih," ujar dia.
Selain persoalan bahan baku, Sujimin mengakui salah satu tantangan operasional yang dihadapi, yakni mengelola sumber daya manusia (SDM), karena beberapa relawan atau pekerja SPPG tidak pernah memasak ribuan porsi dan memulai dari awal di dapur MBG.
Pihak pengelola dapur melatih warga sekitar agar mampu menyajikan makanan dalam jumlah besar sesuai standar kebersihan dan kesegaran bumbu.
"Atau SDM harus diambil dari warga sekitar, baik anak muda, orang tua, mereka selama ini asal masak, sedangkan bumbu kami harus serba segar, lalu cara masak kan kita tidak sama, mengarahkan sekian banyak orang, semua harus serba baik, mulai dari cara memotong hingga memasak," paparnya.
Sebelumnya, Kepala BGN, Sudaryono menyebut evaluasi standar bahan baku MBG menjadi salah satu prioritas yang akan dilakukan untuk memperbaiki tata kelola program prioritas nasional tersebut.
Pemerintah menaruh perhatian serius pada keamanan pangan demi mencegah kasus keracunan dan masalah kualitas hidangan.
"Semua bahannya harus benar, dengan standar keamanan yang juga harus benar, karena kita belajar dari faktor keracunan dan lain-lain. Jadi, selain cara mengolahnya ada juga yang dari bahan bakunya, yang barangkali itu tidak terstandar atau mungkin bahan bakunya punya kualitas enggak begitu bagus," ungkap Sujimin.
Ia menegaskan Presiden Prabowo Subianto juga memerintahkan agar BGN menajamkan sasaran, sehingga tujuan utama peningkatan kualitas gizi anak dapat tercapai, sekaligus berdampak pada pertumbuhan perekonomian lokal.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id