Internasional . 24/07/2026, 22:25 WIB
fin.co.id - Militer Iran mengaku telah melancarkan serangan pesawat tak berawak terhadap tiga pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait pada Jumat, 24 Juli 2026. Serangan ini merupakan balasan atas agresi negara adidaya itu.
Eskalasi militer ini menandai babak baru dari ketegangan yang kembali memanas di kawasan Timur Tengah.
"Selama fase ke-25 Operasi Guntur, tentara Iran melancarkan serangan drone Arash ke gudang-gudang tentara teroris AS di kamp Al-Adairi, lokasi pasukan AS di Kamp Doha, dan pasukan musuh lainnya di Kamp Arifjan, Kuwait," demikian isi pernyataan yang dikutip stasiun televisi nasional Iran, IRIB.
"Serangan ini sebagai balasan atas agresi musuh," imbuh pernyataan itu.
Selain itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga mengklaim telah melancarkan serangan drone terhadap Pangkalan Udara Ali Al Salem yang digunakan AS di Kuwait. Pihak IRGC mengklaim bahwa aksi tersebut menewaskan atau melukai "sejumlah besar" personel AS, setelah serangan sebelumnya yang menyasar tiga kamp pasukan AS di negara tersebut.
Menanggapi insiden tersebut, militer Kuwait mengatakan pada hari Jumat bahwa pertahanan udaranya mencegat drone "musuh" Iran setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran mengklaim telah menyerang pangkalan udara yang digunakan AS di negara Teluk tersebut.
Pihak otoritas militer setempat memastikan bahwa suara dentuman yang terdengar warga merupakan hasil kerja sistem penangkal udara.
Staf Umum Angkatan Bersenjata Kuwait mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa setiap ledakan yang terdengar adalah hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat target udara "musuh".
Akar dari konflik terbuka ini berawal saat Teheran dan Washington menandatangani memorandum pada malam 18 Juni untuk mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari. Namun, situasi kembali memburuk ketika militer AS kembali menyerang Iran sejak 8 Juli.
Komando Pusat AS mengklaim bahwa serangan tersebut sebagai balasan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.
Militer Iran membalasnya dengan menyerang pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah dan menuding Washington melanggar perjanjian gencatan senjata.
Ketegangan regional telah meningkat selama dua minggu terakhir setelah Presiden Donald Trump mengumumkan pada 8 Juli bahwa gencatan senjata yang diuraikan dalam nota kesepahaman AS-Iran bulan lalu tidak lagi berlaku. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata tersebut tidak lagi berlaku.
Sejak saat itu, AS dan Iran telah saling melancarkan serangan, dengan Washington menargetkan lokasi di dalam Iran sementara Teheran mengatakan telah menyerang fasilitas dan peralatan militer AS di beberapa negara di kawasan tersebut.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id