Tiga Kapal Tanker Coba Lintasi Jalur Selatan Selat Hormuz, Satu Meledak dan Terbakar Hebat!

fin.co.id - 23/07/2026, 23:01 WIB

Tiga Kapal Tanker Coba Lintasi Jalur Selatan Selat Hormuz, Satu Meledak dan Terbakar Hebat!

Kapal tanker minyak meledak di Selat Hormuz usai nekat lintasi rute beranjau.

fin.co.id - Konflik memanas di kawasan Teluk kembali menelan korban. Tiga tanker minyak dukungan Amerika Serikat berusaha melintasi wilayah Selat Hormuz yang telah dipasangi ranjau, hingga salah satu di antaranya meledak dan terbakar hebat pada Kamis, 23 Juli 2026.

Pernyataan resmi mengenai insiden fatal tersebut disampaikan langsung oleh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

"Tiga tanker minyak dukungan Amerika Serikat mencoba melintasi rute yang telah dipasangi ranjau di sebelah selatan Selat Hormuz. Setelah salah satu kapal tanker itu meledak dan terbakar, dua kapal lainnya segera berbalik arah dan mundur," kata IRGC seperti dikutip Press TV.

Pihak IRGC secara tegas menyatakan bahwa mereka tidak mengizinkan satu pun kapal tanker minyak untuk masuk maupun keluar dari perairan tersebut.

"Setiap kapal, yang terjebak dalam tipu daya Amerika dan mencoba melintas tanpa koordinasi dengan Republik Islam Iran, akan menemui nasib yang sama," tegas IRGC.

Jalur Selatan Selat Hormuz Dipasangi Ranjau

Sebelum insiden ledakan kapal ini terjadi, Juru Bicara IRGC Hossein Mohebbi sebenarnya telah mengonfirmasi pada Rabu (22/7), bahwa militer Iran telah memasang ranjau di sepanjang jalur selatan Selat Hormuz. Pihaknya memperingatkan para pemilik kapal agar tidak memaksakan diri melintas di kawasan berbahaya tersebut.

"Jalur selatan Selat Hormuz yang telah dipasangi ranjau akan menghancurkan investasi Anda. Jangan terjebak oleh tipu daya Amerika Serikat," kata Mohebbi.

Ancaman Balasan dari Donald Trump dan Pemicu Eskalasi

Pemasangan ranjau dan ledakan tanker ini merupakan respons atas eskalasi perang verbal yang kian memuncak. Pada Rabu (22/7), Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengancam akan menghancurkan satu jembatan atau satu pembangkit listrik di tanah Iran, termasuk di ibu kota Teheran, setiap kali Republik Islam tersebut melancarkan serangan terhadap kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Di sisi lain, Anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ahmad Bakhshayesh Ardestani, memberikan sudut pandang terkait pemicu utama ketegangan ini.

Dalam keterangannya kepada RIA Novosti, ia menjelaskan bahwa Amerika Serikat menjadi pihak yang memicu eskalasi saat ini dengan mencoba mengalihkan arus lalu lintas kapal melalui jalur selatan (wilayah Oman). Langkah tersebut memicu kemarahan Teheran, sebab pihak Iran menginginkan seluruh kapal untuk transit melalui rute wilayah perairan Iran.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID