Ragam . 22/07/2026, 11:29 WIB

SMF Salurkan Pembiayaan Perumahan Rp141,61 Triliun Usai 21 Tahun Berdiri

Penulis : AdminFIN
Editor : AdminFIN

fin.co.id - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF membukukan akumulasi penyaluran pembiayaan sebesar Rp141,61 triliun hingga Juni 2026. Capaian ini menandai kiprah 21 tahun perseroan dalam menjaga likuiditas dan stabilitas pasar pembiayaan perumahan nasional.

Khusus sepanjang Semester I 2026, BUMN penyedia likuiditas sektor perumahan ini berhasil menyalurkan pembiayaan senilai Rp14,09 triliun. Seluruh dana tersebut mengalir ke lembaga keuangan penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) guna memperkuat keterjangkauan hunian bagi masyarakat.

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo menegaskan keberadaan SMF sangat krusial dalam menjembatani ketidakseimbangan jangka waktu pendanaan di sektor perumahan.

"SMF terus berupaya memastikan tersedianya likuiditas jangka panjang bagi lembaga keuangan penyalur pembiayaan perumahan. Peran ini menjadi semakin penting karena pembiayaan perumahan memiliki karakteristik jangka panjang, sementara sumber pendanaan lembaga keuangan pada umumnya berjangka lebih pendek," kata Ananta dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Selain menyalurkan pembiayaan langsung, SMF menjalankan fungsi liquidity provider melalui sekuritisasi aset kredit perumahan. Perseroan mencatat 17 transaksi sekuritisasi dengan nilai akumulasi mencapai Rp14,21 triliun per Juni 2026. Metode ini membantu lembaga keuangan mengolah kembali aset KPR menjadi sumber likuiditas baru.

Dukungan Skema KPR FLPP dan Dampak Ekonomi

Sebagai alat fiskal pemerintah, SMF turut menyediakan dana pendamping sebesar 25 persen untuk Program KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Pendanaan ini mengombinasikan Penyertaan Modal Negara (PMN) dan penerbitan surat utang perseroan melalui skema blended finance.

Hingga Juni 2026, SMF telah menerima akumulasi PMN sebesar Rp17,91 triliun. Perseroan berhasil mengoptimalkan dana tersebut hingga menghasilkan total penyaluran Rp36,77 triliun untuk mendanai 962.650 unit rumah subsidi.

"Setiap dana Pemerintah yang dipercayakan kepada SMF harus mampu memberikan manfaat yang lebih besar. Melalui skema pendanaan yang terukur dan berkelanjutan, SMF tidak hanya menyalurkan dana, tetapi juga menciptakan kapasitas pembiayaan baru yang dapat menjangkau lebih banyak masyarakat," ujar Ananta.

Kajian internal SMF menunjukkan bahwa setiap investasi Rp1 triliun di sektor perumahan berpotensi mendongkrak Produk Domestik Bruto (PDB) hingga Rp1,83 triliun. Investasi tersebut juga menggerakkan 185 sektor ekonomi terkait, sekaligus membantu menekan angka kemiskinan dan memicu aktivitas di bidang kesehatan serta pendidikan.

Cetak Laba Bersih Rp391 Miliar di Semester I 2026

Ekspansi pembiayaan SMF berjalan seiring dengan kinerja keuangan yang solid. Total aset perseroan tumbuh 21,79 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp68,29 triliun pada Juni 2026.

Ekuitas perseroan melonjak 34,65 persen menjadi Rp27,95 triliun, sementara liabilitas naik 14,23 persen menjadi Rp40,35 triliun. Pada Semester I 2026, SMF mengantongi pendapatan Rp1,70 triliun dan meraup laba bersih Rp391 miliar, atau melonjak 33,90 persen dibandingkan periode Juni 2025.
Tingkat kesehatan finansial SMF juga tercermin dari rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL net) yang terjaga sempurna di level 0,00 persen.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SMF Bonai Subiakto menekankan pentingnya kedisiplinan mengelola risiko di tengah pertumbuhan bisnis.

"Pelaksanaan mandat sebagai penyedia likuiditas dan alat fiskal harus ditopang oleh struktur keuangan yang sehat, sumber pendanaan yang terdiversifikasi, serta pengelolaan risiko yang disiplin," tutur Bonai.

Ketahanan finansial SMF tecermin dari peringkat internasional BBB dengan outlook stable dari S&P Global pada April 2026. Lembaga pemeringkat domestik seperti Pefindo dan Fitch Ratings masing-masing turut menyematkan peringkat idAAA dan AAA.

Tiga Strategi Utama Dorong Ekosistem Perumahan

Untuk memperkuat ekosistem pembiayaan hunian, SMF mengandalkan tiga fokus utama: mendukung program pemerintah, menyediakan likuiditas perbankan, dan menjalankan daur ulang aset (asset recycling).

Direktur Bisnis SMF Heliantopo menjelaskan ketiga strategi tersebut saling menguatkan demi menciptakan ekosistem perumahan yang inklusif.

"Strategi bisnis SMF diarahkan pada tiga fokus utama. Pertama, mendukung program Pemerintah melalui penyediaan likuiditas untuk porsi 25% KPR Subsidi FLPP. Kedua, memperkuat kapasitas lembaga penyalur kredit perumahan melalui penyediaan pembiayaan. Ketiga, mendorong asset recycling melalui sekuritisasi, baik dengan skema true sale maupun non-true sale," jelas Heliantopo.

Menutup perjalanan dua dekade lebih ini, SMF berkomitmen memperluas kemitraan dengan perbankan, pasar modal, dan regulator untuk menyediakan hunian yang terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id