Ragam . 22/07/2026, 11:23 WIB
Oleh: Arief Poryuono, SE, M.Kom
Komisaris PT Pelindo (Persero)
Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) merupakan salah satu capaian penting pemerintah dalam mengelola kekayaan dan aset negara secara lebih tertib, terukur, dan berorientasi pada masa depan. pengelolaan yang benar dan tepat terhadap aset negara akan menjadi cadangan kekuatan ekonomi bagi generasi mendatang. Danantara merupakan bentuk dana kedaulatan negara di mana kekayaan aset-aset negara disatukan, dikonsolidasi, di-manage dengan tepat ,benar dan transparan.
Dan ini menjadi cadangan, ini menjadi kekuatan dan kedaulatan untuk masa depan generasi Indonesia di masa mendatang Danantara ini yang nilai asetnya bernilai lebih dari seribu miliar dolar.
Pengelolaan dana ataupun asset negara selama ini sering menjadi bancaan dan sumber mega korupsi dan tidak bisa kita pantau. Sering kita tidak mengerti kekayaan kita mengalir entah kemana setelah 81 tahun kita merdeka. Kehadiran Danantara yang dalam 18 bulan pertama telah berhasil melakukan penutupan, konsolidasi, dan merger terhadap ratusan BUMN. hingga akhir Juli 2026, sebanyak 250 BUMN telah ditutup, dikonsolidasikan, atau digabungkan sehingga mendorong kinerja skala ekonomi bagi rakyat Indonesia.
Hingga Akhir 31 Juli ini Danantara sudah menutup, mengonsolidasikan, memerger sehingga dari 1077 entitas usaha berkurang 250 BUMN. Pemerintah juga menargetkan jumlah BUMN dapat berkurang signifikan hingga maksimal 350 BUMN pada akhir 2026.
Merupakan langkah awal dalam melakukan konsolidasi sejatinya tidak hanya memperbaiki tata kelola, tetapi juga menghasilkan penghematan besar dan pemasukan bagi negara. bahwa konsolidasi 250 BUMN menghemat dan menyelamatkan biaya rutin atau overhead sebesar Rp 50 triliun lebih.
Diperkirakan nilai penghematan tersebut masih dapat terus meningkat seiring berlanjutnya proses reorganization dan konsolidasi BUMN. Namun demikian kebijakan tersebut bukan hanya sekedar mengurangi jumlah BUMN tetapi bagaimana menjadi BUMN sebagai sumber pendapatan yang utama untuk memperkuat dan memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat.
Politik Moral dan Etis untuk membangun tata kelola aset negara berupa BUMN yang lebih modern, efisien, produktif dan memberikan keuntungan. diharapkan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru yang memperkuat daya saing nasional dan Internasional sekaligus menjadi warisan ekonomi bagi generasi Indonesia di masa depan.
Secara kontektuals kondisi terkini negara tercinta kita, maka Kita mulai dari belajar dari sejarah Belanda pada saat bokek dan tidak punya uang karena berbagai macam perang dan korupsi menguras kas Belanda sampai jebol.
Belanda gak punya duit dan harus memutar otak supaya punya penghasilan yang banyak lagi. Akhirnya terwujud program tanam paksa atau cultuur stelsel yang dikeluarkan oleh Gubernur Jenderal van Den Bosch. Intinya, saat itu masyarakat Hindia dipaksa untuk menanam berbagai komoditas yang akan diekspor. Sehingga semua keuntungannya buat Belanda.
Berkat tanam paksa ini, Belanda berhasil mengumpulkan uang sebanyak 187 juta gulden saat itu. Sementara banyak petani Hindia yang saat itu ditemukan meninggal karena sangat keletihan dan kelaparan akibat menjalankan program tanam paksa ini.
Pada akhirnya Conrad Theodor van Deventer, seorang politisi dan ahli hukum Belanda. menulis pemikirannya, salah satunya lewat tulisan berjudul Een Ereschuld atau Hutang Kehormatan yang dimuat di harian De Gids tahun 1899.
Kritikan tersebut berisi perlunya pemerintah Belanda membayar utang budi dengan meningkatkan kesejahteraan rakyat di negara jajahan.
Sejarah ini bisa menjadi dasar dimana setelah 81 tahun Indonesia merdeka namun rakyat masih miskin dan negara Indonesia masih dibawah kemajuan ekonomi negara tetangga seperti Singapore dan Malaysia yang berhasil mengelola BUMN mereka yaitu Temasek holding Singapore dan Khazanah Nasional Bhd.
Model sovereign wealth fund (SWF) dari Singapore Malaysia ini, Sebagai contoh SWF terbesar di dunia, yang menjadi mesin ekonomi yang sangat efektif memberikan dampak kesejahteraan bagi rakyat mereka.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id