Jangan Lewatkan Kesempatan Ini! Kuota KIP Kuliah 2026 untuk Tanah Papua Capai 1.700 Mahasiswa

fin.co.id - 21/07/2026, 23:01 WIB

Jangan Lewatkan Kesempatan Ini! Kuota KIP Kuliah 2026 untuk Tanah Papua Capai 1.700 Mahasiswa

LLDikti XIV alokasikan 1.700 kuota KIP Kuliah 2026 untuk Tanah Papua.

fin.co.id — Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIV memastikan kuota beasiswa melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Tahun Anggaran 2026 yang dialokasikan pemerintah pusat untuk Tanah Papua sebanyak 1.700 mahasiswa calon penerima manfaat.

Kepala LLDikti Wilayah XIV, Dr. Suriel Samuel Mofu, menyampaikan kepastian tersebut di Manokwari, Papua Barat, pada Selasa, 21 Juli 2026.

Ia menerangkan bahwa jumlah alokasi KIP Kuliah tahun ini masih sama dengan capaian tahun 2025, namun angka ini mengalami penurunan signifikan jika membandingkannya dengan periode 2024 yang sempat menembus 4.000 mahasiswa.

"Kuota KIP Kuliah tahun ini untuk perguruan tinggi di Tanah Papua masih sama dengan tahun lalu," ujarnya.

Melihat besarnya kebutuhan di daerah, pihaknya menaruh harapan besar agar Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mau menambah alokasi anggaran beasiswa program KIP Kuliah.

Langkah tersebut sangat penting agar bantuan ini dapat menjangkau kurang lebih 50 persen dari total 60.000 mahasiswa Orang Asli Papua (OAP) yang saat ini tengah menempuh studi di 76 kampus setempat.

Penyelenggaraan program ini sendiri menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah pusat lewat penyaluran bantuan pembiayaan pendidikan tinggi. Pemerintah memprioritaskan bantuan ini bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mereka memiliki kesempatan yang sama dalam meraih gelar sarjana.

"Memang kuota KIP Kuliah masih jauh dari memadai karena masih banyak mahasiswa di Tanah Papua belum berkesempatan menerima," ujarnya.

Langkah Strategis Bantuan Pendidikan di Enam Provinsi

Meski alokasi saat ini masih terbatas, Suriel menilai bahwa penyaluran beasiswa program KIP Kuliah tetap menjadi langkah strategis pemerintah.

Bantuan ini memastikan generasi muda Papua yang tersebar di enam provinsi tidak lagi mengalami kesulitan dalam mengakses pendidikan tinggi akibat keterbatasan biaya.

Mengenai besaran dana yang mengalir, tiap mahasiswa penerima manfaat akan mendapatkan bantuan dari Kemdiktisaintek senilai kurang lebih Rp11,5 juta setiap semester.

Dana tersebut terbagi untuk pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT)/SPP yang ditransfer langsung ke rekening kampus, serta sisa alokasi yang masuk langsung ke rekening pribadi masing-masing penerima.

"Sejak KIP Kuliah diluncurkan Kemendiktisaintek, jumlah penerima kurang lebih 16.000 dari 60.000 mahasiswa perguruan tinggi negeri maupun swasta di Tanah Papua," ucap Suriel.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID