fin.co.id - Ferran Torres menjadi pahlawan kemenangan Spanyol pada final Piala Dunia 2026. Penyerang berusia 26 tahun itu mencetak satu-satunya gol saat La Roja mengalahkan Argentina 1-0 pada babak perpanjangan waktu di New York New Jersey Stadium, Minggu (19/7) waktu setempat.
Gol pada menit ke-106 memastikan Spanyol merebut gelar juara dunia kedua dalam sejarah mereka sekaligus mengakhiri status Argentina sebagai juara bertahan.
Ferran Torres Merasa Takdir Berpihak kepada Spanyol
Usai pertandingan, Torres mengungkapkan keyakinannya bahwa kemenangan Spanyol memang sudah menjadi takdir.
"Saya pikir hasil hari ini memang sudah tertulis di bintang. Pertandingan ini memang ditakdirkan untuk kami menangkan," kata Torres.
Pemain yang masuk sebagai pemain pengganti itu mengatakan keberhasilan Spanyol merupakan hadiah bagi seluruh rakyat negaranya, bukan hanya untuk dirinya atau 26 pemain yang berada di dalam skuad.
"Gol ini untuk 47 juta rakyat Spanyol. Ini bukan hanya milik saya atau 26 pemain di tim ini. Kami bermain jauh dari negara kami, tetapi kami berusaha membuat seluruh rakyat Spanyol merasa sedekat mungkin dengan kami," ujarnya.
Melawan Messi Selalu Menghadirkan Tekanan
Torres mengakui final melawan Argentina bukan pertandingan yang mudah. Kehadiran Lionel Messi di kubu lawan membuat para pemain Spanyol harus menghadapi tekanan tersendiri.
"Setiap final selalu sulit. Ketika Messi berada di tim lawan, rasa gugup itu selalu muncul."
Meski demikian, Torres menilai Spanyol tidak pernah meninggalkan identitas permainan mereka. La Roja tetap mengandalkan penguasaan bola dan permainan menyerang hingga akhirnya berhasil memecah kebuntuan pada babak tambahan.
"Pada akhirnya kami tetap berpegang pada gaya bermain kami sendiri, dan hari ini kami kembali menunjukkan hal itu."
Baca Juga
Gol Penentu Gelar Juara Dunia
Torres mencetak gol kemenangan setelah menerima bola sundulan Nico Williams yang memanfaatkan umpan silang Pedro Porro. Sepakan kerasnya ke atap gawang tak mampu dihentikan Emiliano Martinez yang sebelumnya tampil luar biasa dengan serangkaian penyelamatan penting.
Gol tersebut menjadi penentu setelah pertandingan berlangsung ketat selama lebih dari 100 menit. Spanyol sebenarnya mendominasi jalannya laga dan menciptakan banyak peluang, tetapi baru mampu memecahkan kebuntuan pada babak perpanjangan waktu.