Sport . 20/07/2026, 08:45 WIB

De la Fuente Puji Skuad Spanyol: Pesepakbola Kelas Dunia dengan Bakat Luar Biasa!

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana
Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id — Pelatih tim nasional Spanyol, Luis de la Fuente, melayangkan pujian setinggi langit untuk para anak asuhnya. Apresiasi besar ini mengalir setelah skuad La Roja sukses menumbangkan Argentina dengan skor tipis 1-0 melalui babak perpanjangan Waktu, Minggu, 19 Julin 2026.

Kemenangan epik tersebut mengantar Spanyol merengkuh gelar juara Piala Dunia untuk kedua kalinya, sekaligus mengukuhkan posisi mereka sebagai tim paling dominan di panggung sepak bola internasional.

Keberhasilan ini juga menorehkan tinta emas bagi sang arsitek taktik. Pada usia 65 tahun, De la Fuente resmi menjadi pelatih tertua yang mampu membimbing sebuah tim meraih trofi juara dunia.

Sebelumnya, ia sukses memimpin armada Matador memenangi Euro 2024. Kini, raksasa Eropa tersebut memegang rekor fantastis dengan status tidak terkalahkan dalam 38 pertandingan di semua kompetisi—sebuah catatan terbaik untuk tim mana pun dari kawasan Eropa maupun Amerika Selatan.

Kebanggaan Sang Pelatih Atas Generasi Emas La Roja

"Saya sangat bangga dengan generasi pesepakbola yang tumbuh dengan filosofi ini, tetap setia pada filosofi ini, menjadikannya lebih baik lagi, dan memberikan teladan sebagai tim dan keluarga – mereka adalah pesepakbola kelas dunia yang luar biasa dengan bakat luar biasa," ujar Luis de la Fuente dengan penuh emosional di hadapan para wartawan.

Rasa haru yang mendalam terlihat jelas pada raut wajah sang juru taktik. "Saya sangat terharu. Melihat ke belakang dan memikirkan mereka, kami telah memenangkan segalanya, segalanya, dengan pemain generasi ini," tambahnya lagi.

Benteng pertahanan Spanyol memang tampil sangat solid dengan hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen. Namun, lini depan mereka sempat kesulitan menemukan celah untuk mencetak gol selama 115 menit pertama akibat perlawanan sengit dari tim Argentina yang tampil sangat keras kepala.

Argentina sendiri harus berlaga dengan 10 pemain setelah gelandang mereka, Enzo Fernandez, keluar dari lapangan akibat menerima kartu kuning kedua di masa tambahan waktu pada akhir 90 menit waktu normal.

"Pertandingan ini seharusnya sudah ditentukan lebih awal. Tapi, ini adalah final Piala Dunia dan Anda harus bekerja keras bahkan melawan sepuluh pemain, dan kami siap untuk apa pun," tegas De la Fuente mengenai jalannya laga yang alot.

Pembuktian Ferran Torres Bungkam Kritik Netizen

Sementara itu, sang penentu kemenangan, Ferran Torres, menyatakan bahwa gol tunggal miliknya merupakan milik seluruh masyarakat Spanyol. Ia juga mengungkapkan rasa lega yang luar biasa karena akhirnya berhasil mempersembahkan trofi, setelah sempat mendapat gelombang kritik tajam atas penampilannya di sepanjang turnamen.

"Itu adalah gol yang dicetak oleh 47 juta orang – bahkan bukan gol saya atau gol dari 26 pemain. Itu ditakdirkan untuk terjadi; itu dimaksudkan untuk menjadi pemenang," tutur Torres penuh rasa syukur.

Striker Barcelona ini juga mengakui tensi tinggi yang menyelimuti partai puncak tersebut. "Meskipun semua final itu sulit, ketika Anda menghadapi (Lionel dari Argentina) Messi, Anda akan merasa sedikit gugup. Kami memainkan sepak bola yang lebih baik. Saya mendapat banyak kritik sepanjang Piala Dunia. Terima kasih Tuhan, yang selalu memberi saya kekuatan untuk terus maju. Tuhan memberikan segalanya kepada mereka yang paling pantas mendapatkannya," pungkas Torres.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id