fin.co.id - Luis de la Fuente tak bisa menyembunyikan rasa bangganya setelah membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026. Pelatih berusia 65 tahun itu menyebut keberhasilan La Roja bukan sekadar hasil dari satu pertandingan, melainkan buah kerja keras generasi pemain yang telah tumbuh bersama dan membangun identitas sepak bola Spanyol selama beberapa tahun terakhir.
Spanyol memastikan gelar juara dunia kedua dalam sejarah mereka setelah mengalahkan Argentina 1-0 melalui gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu di New York New Jersey Stadium, Minggu (19/7) waktu setempat. Kemenangan itu sekaligus melengkapi dominasi Spanyol yang sebelumnya juga sukses menjadi juara Eropa.
De la Fuente Bangga dengan Generasi Pemain Spanyol
Usai pertandingan, De la Fuente menegaskan bahwa trofi Piala Dunia merupakan milik para pemain yang selama ini terus berkembang bersama tim nasional.
"Saya merasa sangat bangga dengan generasi pemain yang tumbuh dengan filosofi ini, menyempurnakannya, dan memberi contoh tentang arti sebuah kelompok, sebuah keluarga. Mereka adalah pemain dengan talenta luar biasa," kata De la Fuente.
Pelatih asal Spanyol itu mengaku emosional ketika mengenang perjalanan panjang timnya. Menurutnya, ia hanya berperan mendampingi sekelompok pemain yang telah memberikan segalanya untuk negara mereka.
"Bagi saya, merupakan sebuah kehormatan bisa mendampingi mereka dalam perjalanan ini. Kami telah memenangkan semuanya dan itu sungguh luar biasa. Mereka adalah generasi pemain yang menjadi sumber kebanggaan bagi Spanyol. Bersama, kami lebih kuat," ujarnya.
Spanyol Seharusnya Menang Lebih Cepat
Meski hanya menang lewat gol Ferran Torres pada menit ke-106, De la Fuente menilai timnya sebenarnya pantas mengakhiri pertandingan lebih awal.
Menurutnya, penampilan luar biasa kiper Argentina Emiliano Martinez menjadi alasan utama laga harus berlanjut hingga babak tambahan.
"Saya pikir pertandingan seharusnya sudah diputuskan lebih awal. Penyelamatan-penyelamatan hebat Dibu membuat kami tidak bisa menang lebih cepat. Namun ini adalah final Piala Dunia dan bahkan saat lawan bermain dengan sepuluh orang, Anda tetap harus menderita," katanya.
Sepanjang pertandingan, Spanyol memang tampil dominan dan terus menekan pertahanan Argentina. Emiliano Martinez berkali-kali melakukan penyelamatan penting sebelum akhirnya tak mampu membendung sepakan keras Ferran Torres pada babak tambahan.
Baca Juga
Generasi yang Menorehkan Sejarah
Kesuksesan ini mempertegas status generasi emas baru Spanyol. Di bawah arahan De la Fuente, La Roja berhasil menyatukan para pemain muda seperti Lamine Yamal, Nico Williams, Pau Cubarsi, hingga pemain berpengalaman seperti Mikel Oyarzabal dan Rodri dalam satu tim yang solid.
Gelar Piala Dunia 2026 juga melengkapi deretan prestasi yang telah mereka raih dalam beberapa tahun terakhir. De la Fuente menilai pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa kerja kolektif dan semangat kebersamaan mampu menghasilkan tim yang sulit dikalahkan.