fin.co.id - Timnas Spanyol menunjukkan dominasinya saat mengalahkan Argentina pada final Piala Dunia 2026. Bukan hanya berhasil membungkam Lionel Messi dan mempertahankan keunggulan sepanjang laga, La Roja juga menutup turnamen dengan sederet rekor luar biasa yang menegaskan status mereka sebagai salah satu juara dunia paling dominan dalam sejarah.
Messi yang datang dengan ambisi mempertahankan gelar juara dunia gagal membawa Argentina menembus pertahanan Spanyol. Sepanjang turnamen, lini belakang La Roja memang tampil hampir sempurna dan menjadi fondasi utama keberhasilan mereka mengangkat trofi.
Kebobolan Cuma Satu Gol Sepanjang Turnamen
Salah satu statistik paling mencolok adalah jumlah kebobolan Spanyol. Tim asuhan Luis de la Fuente hanya kemasukan satu gol sepanjang Piala Dunia 2026.
Catatan tersebut menjadi rekor baru sebagai tim juara dengan jumlah kebobolan paling sedikit dalam satu edisi Piala Dunia. Statistik ini menggambarkan betapa solidnya organisasi pertahanan Spanyol, bahkan ketika menghadapi para penyerang terbaik dunia.
Di partai final, Messi bersama lini depan Argentina juga gagal menemukan celah berarti untuk membongkar pertahanan La Roja.
Unai Simon Pecahkan Rekor Clean Sheet
Keperkasaan lini belakang Spanyol tidak lepas dari penampilan gemilang kiper Unai Simon.
Penjaga gawang Athletic Bilbao itu menorehkan tujuh clean sheet sepanjang turnamen, jumlah terbanyak yang pernah dicatatkan seorang kiper dalam sejarah Piala Dunia.
Rekor tersebut menjadi bukti bahwa Spanyol bukan hanya kuat dalam penguasaan bola, tetapi juga sangat disiplin saat bertahan.
Rekor Tak Terkalahkan Terus Berlanjut
Dominasi Spanyol sebenarnya sudah terlihat jauh sebelum Piala Dunia dimulai.
Kemenangan atas Argentina membuat La Roja tidak terkalahkan dalam waktu normal pada 38 pertandingan terakhir dengan rincian 29 kemenangan dan sembilan hasil imbang.
Baca Juga
Mereka belum pernah kalah sejak takluk 0-1 dari Kolombia dalam laga persahabatan pada 22 Maret 2024.
Rangkaian itu menjadi rekor terpanjang dalam sejarah Timnas Spanyol sekaligus melampaui rekor negara Eropa yang sebelumnya dipegang Italia dengan 37 pertandingan.