Akhir Era Lionel Messi: Fans Argentina Menangis, Ratapi Kekalahan Tragis dari Spanyol!

fin.co.id - 20/07/2026, 08:33 WIB

Akhir Era Lionel Messi: Fans Argentina Menangis, Ratapi Kekalahan Tragis dari Spanyol!

Warga Argentina menangis meratapi kekalahan 0-1 dari Spanyol di final Piala Dunia 2026.

fin.co.id — Kegembiraan bercampur gugup yang awalnya meluap dalam sorak-sorai riuh seketika berubah menjadi rintihan pilu, ketegangan mencekam, dan cucuran air mata. Harapan seluruh warga Argentina untuk melihat kebangkitan epik lainnya yang dipimpin oleh sang kapten, Lionel Messi, akhirnya pupus di tangan tim nasional Spanyol pada partai puncak turnamen terakbar sejagat ini.

Suasana duka yang mendalam sangat terasa di bar Cafe Relax, yang berada di pusat bersejarah Buenos Aires. Para penggemar sepak bola menyaksikan laga dengan air mata yang mengalir di pipi setelah peluit panjang berbunyi.

Kekalahan tipis 0-1 dari skuad La Roja menghadirkan kesedihan luar biasa, terutama karena laga ini menjadi kesempatan terakhir bagi Messi yang kini sudah menginjak usia 39 tahun di panggung Piala Dunia.

Rintihan Pilu Penggemar Setia Tim Tango

Bagi masyarakat Argentina, momen ini bukan sekadar kekalahan biasa, melainkan sebuah akhir dari masa keemasan sepak bola mereka bersama sang megabintang.

"Saya merasa hampa. Hampa karena Messi, karena saya tidak akan melihatnya lagi di Piala Dunia. Ini yang terakhir," ungkap Camilo Cichero, seorang mahasiswa arsitektur berusia 22 tahun, sambil menenangkan rekannya yang terus terisak.

Meskipun terpukul, Cichero mencoba berdamai dengan kenyataan. "Ini bukan seperti yang kami harapkan. Setidaknya ini memberi saya ketenangan pikiran karena mengetahui dia telah memenangkan semua yang bisa dimenangkan," lanjutnya.

Sembari berusaha menahan kesedihannya, rekan Cichero yang bernama Juan Saenz (22), seorang mahasiswa hukum, turut mencurahkan isi hatinya yang hancur.

"Ini adalah yang terakhir dari Messi... ini adalah akhir yang sesungguhnya, dan berakhir seperti ini. Saya lahir saat Messi masih bermain, dan ini adalah akhir dari era itu," ujar Saenz dengan nada getir.

Sebelumnya, masyarakat Argentina sangat yakin bahwa tim kesayangan mereka mampu merengkuh kemenangan kedua berturut-turut pada laga final di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat. Keyakinan itu muncul setelah Tim Tango melewati perjalanan Piala Dunia yang penuh perjuangan keras dan rentetan kemenangan tipis.

Pengakuan Ksatria dari Pelatih Lionel Scaloni

Di sisi lain, arsitek taktik tim nasional Argentina, Lionel Scaloni, secara jantan mengakui keunggulan permainan anak asuh Luis de la Fuente pada partai final tersebut.

"Mereka (Spanyol) lebih baik, itu adalah kenyataannya," tutur Scaloni dengan lapang dada sebagaimana dikutip dari laman resmi FIFA.

Scaloni juga tidak bisa menyembunyikan rasa sedih yang mendalam setelah tim asuhannya gagal mempertahankan status sebagai juara bertahan. Meski begitu, sang juru taktik menegaskan bahwa pasukannya sudah mengerahkan seluruh kemampuan terbaik di atas lapangan hijau.

Pelatih berkebangsaan Argentina tersebut menambahkan bahwa sebenarnya ada banyak hal yang ingin ia sampaikan mengenai perjuangan keras anak asuhnya hingga bisa mencapai titik tertinggi ini, walaupun ia merasa momen saat ini kurang tepat untuk membicarakannya.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID