fin.co.id – Musibah kebakaran hebat menimpa kawasan pesisir Jakarta Utara. Personel Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu harus berjuang keras menjinakkan api yang menghanguskan tiga kapal nelayan di Jalan Dermaga Ujung Blok Empang, Muara Angke, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan.
Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Budi Haryono menjelaskan bahwa posko pemadam menerima laporan insiden tersebut pada Minggu, 19 Juli 2026, tepat pukul 08.37 WIB.
"Untuk mengatasi kebakaran, kami mengerahkan 12 unit mobil pemadam kebakaran beserta 65 personel ke lokasi kejadian," ujarnya.
Ketika tim penyelamat tiba di tempat kejadian perkara, kobaran api sudah membesar. Asap hitam pekat tampak membumbung tinggi menyelimuti langit dermaga. Petugas pemadam langsung mengambil tindakan cepat dengan melakukan upaya pemadaman awal pada pukul 08.50 WIB.
"Kami juga bergerak cepat melokalisir api agar tidak terjadi perambatan ke kapal lain. Penanganan selesai sepenuhnya pada pukul 11.52," terang Budi.
Beruntung, Budi memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa mencekam tersebut. Meski demikian, amukan si jago merah memicu kerugian material yang sangat besar, dengan taksiran mencapai sekitar Rp 1,5 miliar.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan, dugaan kuat penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik pada salah satu kapal. Kendaraan laut tersebut diketahui sedang menjalani proses perbaikan (docking).
"Kami mengimbau para pemilik kapal maupun pekerja di area dermaga agar selalu meningkatkan kewaspadaan serta memastikan instalasi listrik dan aspek keselamatan dalam kondisi baik," ungkap Budi.
Kesaksian Warga Saat Api Merembet Cepat di Dermaga Muara Angke
Kronologi awal petaka ini juga datang dari penuturan warga setempat bernama Puji. Menurut kesaksiannya, titik api pertama kali muncul dari salah satu kapal nelayan yang sedang dalam masa perbaikan.
Warga sekitar sebenarnya tidak tinggal diam dan sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, hembusan angin dan material yang mudah terbakar membuat kobaran api membesar dalam hitungan menit. Api pun langsung merambat ke kapal lain yang bersandar tepat di sampingnya.
Baca Juga
Puji menambahkan bahwa posisi bersandar antarkapal yang saling berdekatan sempat menimbulkan kepanikan luar biasa di kalangan warga. Mereka sangat khawatir kobaran api bakal memperluas area kebakaran ke armada laut lainnya yang sedang berlabuh.
"Begitu melihat api cepat membesar, kami langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran. Syukurlah petugas segera datang dan bertindak cepat sehingga api dapat dikendalikan. Terima kasih kepada petugas Gulkarmat," tandas Puji.