fin.co.id – Kecelakaan maut melibatkan bus yang mengangkut rombongan siswa sekolah dasar terjadi di Uganda timur pada Kamis malam. Bus yang membawa puluhan murid dan guru dari Sekolah Dasar King David di Kampala itu bertabrakan dengan bus lain saat salah satu kendaraan melakukan manuver menyalip.
Tiga siswa yang sempat dirawat akibat luka serius kemudian meninggal dunia, sehingga jumlah korban tewas bertambah menjadi 24 orang, terdiri dari 23 anak sekolah dan satu orang dewasa.
Rombongan diketahui sedang dalam perjalanan pulang ke Kampala setelah mengikuti kegiatan wisata ke Air Terjun Sipi. Benturan keras membuat banyak penumpang mengalami luka berat, sementara puluhan lainnya harus dievakuasi ke rumah sakit terdekat.
Kepolisian Uganda menjelaskan kecelakaan terjadi ketika dua bus bertabrakan dari arah berlawanan saat proses menyalip.
"Dalam prosesnya, kedua bus bertabrakan langsung saat manuver menyalip," demikian pernyataan Kepolisian Uganda.
Polisi mengungkapkan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan meminta seluruh pengendara lebih berhati-hati saat berkendara, khususnya menghindari aksi menyalip yang membahayakan.
"Selama penyelidikan berlanjut, kami sangat mendesak semua pengendara untuk berhati-hati di jalan, terutama menghindari menyalip secara berbahaya dan ceroboh, yang tetap menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan di negara ini," lanjut pernyataan tersebut.
Sebelumnya, aparat sempat mengumumkan jumlah korban tewas mencapai 63 orang. Namun setelah proses evakuasi dan identifikasi selesai, angka tersebut direvisi.
Menurut kepolisian, kekeliruan terjadi karena pada saat penyelamatan awal sejumlah korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri sehingga sempat diduga meninggal dunia.
"Pada saat kecelakaan terjadi, beberapa korban ditemukan tidak sadarkan diri, dan beberapa mungkin secara keliru dimasukkan dalam jumlah korban tewas awal," jelas kepolisian.
Baca Juga
Juru bicara Palang Merah Uganda, Irene Nakasiita, mengatakan kecelakaan tersebut menimbulkan dampak yang sangat besar. Banyak korban ditemukan mengalami patah tulang dan luka serius.
Ia menyebut kondisi di lokasi kejadian sangat memilukan hingga foto-foto yang diambil dinilai terlalu mengerikan untuk dipublikasikan.
"Besarnya insiden ini sangat besar," kata Nakasiita.
Kecelakaan terjadi di Jalan Raya Kampala-Gulu, salah satu jalur utama dan tersibuk di Uganda yang menghubungkan ibu kota Kampala dengan wilayah utara negara itu.
Data Kepolisian Uganda menunjukkan kecelakaan lalu lintas masih menjadi masalah serius. Sepanjang 2024, tercatat 5.144 orang meninggal dunia akibat kecelakaan di jalan raya, meningkat dibandingkan 4.806 korban pada 2023 dan 4.534 korban pada 2022. *