Internasional . 19/07/2026, 23:38 WIB
fin.co.id – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melaporkan, dua kapal mengalami insiden di Selat Hormuz pada Minggu, 19 Juli 2026. Pihak Iran menyebutkan bahwa kedua kapal tersebut mencoba melintasi kawasan perairan melalui jalur yang tidak aman dengan dukungan penuh dari pihak Amerika Serikat.
Selain dua kapal yang mengalami masalah tersebut, Angkatan Laut IRGC juga bergerak cepat mencegah dua kapal lainnya untuk melanjutkan pelayaran di wilayah yang sama. Melalui pernyataan resmi yang dikutip oleh kantor berita semi-resmi Fars, IRGC menuduh kapal-kapal tersebut berupaya mengganggu stabilitas kawasan serta sengaja keluar dari Selat Hormuz melalui rute yang berbahaya. Namun, pihak berwenang belum memaparkan secara rinci mengenai jenis insiden yang menimpa kedua kapal pelayaran itu.
Hingga saat ini, IRGC menegaskan bahwa Selat Hormuz berada di bawah kendali penuh militer mereka. Pihak Teheran juga menyatakan bahwa satu-satunya jalur pelayaran yang aman di kawasan tersebut hanyalah rute yang telah ditentukan dan diumumkan secara resmi oleh otoritas Iran.
Perkembangan mengejutkan di perairan internasional ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat. Sebelumnya, Amerika Serikat melancarkan serangan udara langsung ke wilayah Iran. Langkah Washington tersebut segera memicu aksi balasan dari Teheran, yang langsung menggempur berbagai fasilitas dan pangkalan militer milik AS di sejumlah negara kawasan.
Aksi saling serang antara Washington dan Teheran ini tetap terjadi meskipun kedua negara sebenarnya telah menandatangani nota kesepahaman pada Juni lalu. Kesepakatan yang berjalan dengan mediasi dari Pakistan tersebut awalnya bertujuan untuk mengakhiri perang sekaligus mencapai kesepakatan damai jangka panjang bagi kedua belah pihak.
Konflik bersenjata ini ternyata juga membawa dampak buruk pada infrastruktur vital. Organisasi Energi Atom Iran pada Minggu menyatakan bahwa serangan dari militer Amerika Serikat telah menargetkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Darkhovin. Fasilitas nuklir tersebut saat ini masih berada dalam tahap pembangunan di wilayah barat daya Iran.
Melalui pernyataan resmi di platform media sosial X, organisasi tersebut mengecam keras tindakan sepihak dari pihak Washington. Pihak Iran menilai serangan terhadap fasilitas nuklir damai yang berada di bawah pengawasan internasional merupakan bentuk pelanggaran yang sangat jelas terhadap hukum internasional.
Meski demikian, lembaga atom tersebut belum mengungkapkan rincian lebih lanjut mengenai total kerugian atau tingkat kerusakan yang terjadi akibat ledakan di area PLTN tersebut. Konflik ini diperkirakan terus memicu ketegangan regional yang lebih luas seiring dengan aksi balasan yang menargetkan pangkalan-pangkalan militer AS di sekitar Timur Tengah.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id