fin.co.id - Tuduhan bahwa kapten Timnas Argentina, Lionel Messi, anti-Islam atau memusuhi umat Muslim kerap menjadi sasaran berbagai narasi di media sosial. Tuduhan ini belakangan muncul di tengah euforia Piala Dunia 2026, terlebih lagi setelah Messi berhasil membawa Argentina ke babak final untuk menghadapi Spanyol.
Namun, jika melihat rekam jejak Lionel Messi secara utuh, tidak ada bukti kredibel yang menunjukkan bahwa peraih delapan Ballon d'Or tersebut anti-Islam. Sebaliknya, terdapat sejumlah fakta yang menunjukkan keterlibatannya dalam kegiatan kemanusiaan yang juga memberikan manfaat bagi masyarakat Muslim, termasuk warga Palestina.
Hingga kini tidak ada pernyataan resmi, wawancara, maupun unggahan Lionel Messi yang berisi kebencian terhadap Islam atau umat Muslim. Berbagai lembaga pemeriksa fakta bahkan telah membantah sejumlah narasi viral yang mengaitkan Messi dengan dukungan politik tertentu atau pernyataan anti-Palestina maupun anti-Islam. Banyak foto dan kutipan yang beredar di media sosial ternyata merupakan hasil manipulasi atau informasi tanpa dasar.
Sejak tahun 2010, Lionel Messi telah menjadi UNICEF Goodwill Ambassador. Dalam peran tersebut, ia aktif mengampanyekan hak-hak anak, kesehatan, pendidikan, hingga bantuan kemanusiaan bagi anak-anak di berbagai negara tanpa membedakan agama maupun kebangsaan. Melalui Leo Messi Foundation dan kerja sama dengan UNICEF, ia juga mendukung berbagai program kesehatan dan bantuan bagi anak-anak yang hidup dalam kondisi rentan.
Salah satu fakta yang sering terlupakan adalah sikap Lionel Messi saat konflik Israel-Palestina terjadi pada tahun 2014. Kala itu, sebagai Duta UNICEF, ia menyampaikan kesedihannya terhadap penderitaan anak-anak akibat konflik. Ia menegaskan bahwa sebagai seorang ayah dan Duta UNICEF, dirinya sangat sedih melihat gambar-gambar dari konflik Israel dan Palestina, terutama dampaknya terhadap anak-anak sipil. Pernyataan tersebut merupakan seruan kemanusiaan, bukan dukungan politik kepada salah satu pihak.
Pada tahun 2013, Barcelona melakukan tur perdamaian ke Israel dan wilayah Palestina. Dalam kunjungan tersebut, Lionel Messi bersama rekan-rekannya tidak hanya mengunjungi Israel, tetapi juga bertemu anak-anak Palestina dan mengikuti kegiatan yang bertujuan mempromosikan perdamaian melalui sepak bola. Sayangnya, di media sosial sering kali hanya beredar foto Messi saat berada di Israel, sementara dokumentasi kunjungannya ke Palestina jarang ditampilkan sehingga memunculkan persepsi yang tidak utuh.
Baru-baru ini, Lionel Messi bersama Luis Suarez dan Rodrigo de Paul juga tampak berfoto bersama komunitas Muslim di Miami. Dalam laporan yang beredar, ia dikabarkan menyumbangkan beberapa miliar untuk Muslim di sana.
Sepanjang kariernya, Lionel Messi juga memiliki hubungan profesional yang sangat baik dengan banyak pemain Muslim. Di Barcelona, ia pernah bermain bersama Eric Abidal, Seydou Keita, Yaya Toure, dan Ousmane Dembele. Di Paris Saint-Germain, ia menjadi rekan Achraf Hakimi. Sementara di Timnas Argentina, ia juga bekerja sama dengan sejumlah pemain yang berasal dari latar belakang agama berbeda. Tidak pernah ada laporan kredibel mengenai tindakan diskriminatif Lionel Messi terhadap rekan setim yang beragama Islam.
Jadi klaim yang mengatakan Lionel Messi anti Islam dipastikan hoaks dan fitnah. *