Catatan Dahlan Iskan . 18/07/2026, 05:19 WIB
Oleh: Dahlan Iskan
Tujuan utama saya ke Rusia adalah Moskow. Itu saya jadwalkan sebagai ''mampir''. Yakni dalam perjalanan pulang dari Amerika dan Kanada. Dari Moskow saya ingin ke St. Petersburg. Itu pun kalau dapat visa.
Manusia hanya bisa merencanakan. Amerika yang menentukan: tidak ada lagi penerbangan dari salah satu kota di Amerika ke Moskow. Pun dari Kanada. Ups. Tidak apa-apa. Saya bisa terbang ke salah satu negara Eropa bagian utara. Transit di situ untuk ke Moskow.
Semua itu nanti saja dipikir. Konsentrasi ke Piala Dunia dulu.
Setelah tim Amerika kalah Piala Dunia sudah selesai. Saya ke Kanada. Tim Kanada juga kalah. Piala Dunia pun sudah selesai di Kanada.
Saya mulai mikir ke Moskow: lewat mana. Paling enak lewat London. Tidak mungkin. Inggris bersikap lebih keras ke Rusia daripada Amerika. Tidak akan ada penerbangan London-Moskow.
Mungkin lewat Polandia saja –sebagai bekas anggota Uni Soviet, Rusia mestinya punya hubungan khusus. Ternyata juga tidak ada hubungan Warsawa-Moskow. Pun bila lewat kereta api antarnegara.
Lantas saya terpikir lewat Helsinki, Finlandia. Kalau toh tidak ada penerbangan Helsinki-Moskow kan bisa naik kereta api. Dari Helsinki ke St Petersburg lantas ke Moskow. Dekat sekali. Ibarat dari Purwokerto ke Bandung. Saya tahu ada jalur kereta api khusus yang secara rutin menghubungkan Helsinki-St Petersburg.
Ternyata sejak Amerika menjatuhkan sanksi ke Rusia, jalur kereta api ini pun ditutup. Buntu.
Ingin juga lewat Denmark –sekalian bisa mampir bertemu perusuh Disway di sana: Liang. Tapi itu juga tidak mungkin.
Satu-satunya jalan lewat Istanbul, Turkiye. Ada penerbangan langsung Istanbul-Moskow.
Turkiye telah bisa menjadi negara yang unik dalam hubungan internasional. Turkiye anggota NATO. Organisasi pertahanan Atlantik Utara itu sangat anti Rusia tapi Turkiye bisa punya hubungan baik dengan Russia.
Tapi kalau lewat Istanbul terlalu ke selatan, lalu harus balik ke utara. Mendingan lewat Beijing. Ada penerbangan langsung Beijing-Moskow.
Maka dari Montreal, Kanada, saya terbang ke Beijing –lewat Seoul. Di Quebec City, sebelum balik ke Montreal, saya putuskan: tetap ke Rusia, tapi ke Vladivostok saja. Hanya dua jam penerbangan dari Beijing. Yang penting saya jadi ke Rusia. Hemat waktu. Hemat biaya.
Anda sudah tahu: banyak penerbangan dari Beijing ke Vladivostok. China Air saja dua kali sehari. Ada lagi penerbangan swasta Rusia: Aurora. Saya pilih naik Aurora. Jadwalnya cocok: saya kan mendarat di Beijing pukul 20.00. Aurora terbang ke Vladivostok pukul 05.00. Hanya sayangnya harus pindah bandara: dari bandara Capital Beijing ke bandara Daxing yang lebih baru.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id