Gus Ipul Bongkar Deretan Calon Ketum PBNU, Siapa saja?

fin.co.id - 15/07/2026, 21:58 WIB

Gus Ipul Bongkar Deretan Calon Ketum PBNU, Siapa saja?

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau biasa disapa Gus Ipul. Foto: Ann/Disway Group

fin.co.id - Ketua PBNU Bidang Pendidikan, Hukum, dan Media, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengungkap sejumlah tokoh yang disebut-sebut berpeluang maju dalam pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar NU mendatang.

Di antara nama yang mencuat, terdapat Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar yang dinilai masuk dalam bursa calon Ketua Umum PBNU.

"Ya saya kira sudah banyak nama-nama. Di antaranya ada Kiai Zulfa Mustofa, ada Gus Yusuf Chudlori, ada Gus Salam Shohib, ada juga Gus Kikin Ketua PWNU Jawa Timur, dan ada juga Prof Nasaruddin Umar. Itulah yang disebut-sebut, termasuk tentu Gus Yahya," kata Gus Ipul kepada wartawan, Rabu, 15 Juli 2026.

Terkait ketentuan yang melarang calon Ketua Umum PBNU merangkap jabatan, termasuk apabila Menteri Agama Nasaruddin Umar memutuskan maju sebagai kandidat, Gus Ipul menegaskan seluruh keputusan tetap berada di tangan peserta Muktamar.

Menurutnya, aturan tersebut merupakan hasil keputusan Muktamar NU di Lampung lima tahun lalu. Namun, para muktamirin memiliki kewenangan penuh untuk mempertahankan aturan tersebut, merevisinya, maupun menentukan waktu penerapannya.

"Nah itu tergantung muktamirin. Ketentuannya sudah ada. Apakah ketentuan itu akan diubah atau diteruskan, itu semua tergantung muktamirin. Kemudian ketentuan itu akan diterapkan pada muktamar ini atau pada muktamar yang akan datang, itu semua tentu tergantung muktamirin," ujar pria yang juga menjabat sebagai menteri sosial (Mensos) ini.

Gus Ipul juga menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama membuka kesempatan yang sama bagi seluruh kader yang memenuhi persyaratan untuk memimpin organisasi pada masa mendatang.

"Nah ke depan seperti apa ya kita belum tahu persis tetapi Jam'iyah Nahdlatul Ulama memberikan kesempatan kepada siapapun untuk bisa memimpin NU di masa yang akan datang," imbuhnya.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID