Ekonomi . 13/07/2026, 11:51 WIB
fin.co.id - Pergerakan rupiah membuka awal pekan ini dengan kabar kurang menggembirakan bagi pasar keuangan domestik. Nilai tukar rupiah pada Senin, 13 Juli 2026 pagi bergerak melemah 25 poin atau 0,14 persen menjadi Rp18.090 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.065 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menyatakan bahwa eskalasi konflik di kancah global menjadi penyebab utama koreksi ini. Peningkatan tensi geopolitik di Timur Tengah (Timteng) membuat investor cenderung berhati-hati.
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah kembali meningkatnya tensi geopolitik di Timteng yang menyebabkan lonjakan pada harga minyak mentah dunia,” ungkapnya.
Mengutip Anadolu, ketegangan regional telah meningkat dalam beberapa hari terakhir di tengah aksi baku serang antara pasukan AS dan Iran. Situasi ini langsung memberikan dampak rembetan ke pasar komoditas global dan mata uang negara berkembang.
Pada Minggu (12/7), Iran mengatakan telah melancarkan serangan terhadap situs militer AS di Kuwait, Bahrain, Qatar, Yordania, dan Oman sebagai balasan atas serangan AS terhadap sejumlah target Iran.
Tidak berhenti di situ, eskalasi militer terus bergulir hingga awal pekan ini. Amerika juga melakukan serangan kembali di beberapa wilayah selatan Iran pada Senin pagi hari ini.
Dampak serangan tersebut memicu situasi genting di berbagai kota. Stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, melaporkan beberapa ledakan di Bandar Abbas serta di Sirik, Pulau Qeshm, dan Jask, semuanya di provinsi Hormozgan. Selain itu, Kantor Berita Mehr juga melaporkan ledakan di kota-kota selatan Bushehr dan Kangan.
Selain faktor kecamuk perang di Timur Tengah, pelaku pasar uang saat ini sedang mengalihkan perhatian pada rilis data ekonomi penting dari negeri Paman Sam yang dijadwalkan meluncur besok.
Sentimen lain berasal dari data ekonomi penting AS yang akan dirilis besok, yaitu inflasi bulan Juni yang diperkirakan akan turun 0,1 persen month on month dan 4,2 persen ke 3,9 persen secara year on year.
Meskipun ada harapan penurunan angka inflasi, kecemasan terhadap lonjakan harga minyak global akibat perang tetap mendominasi pergerakan kurs hari ini. Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp18 ribu hingga Rp18.150 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id