Ekonomi . 13/07/2026, 11:59 WIB
fin.co.id - Kabar baik datang dari pasar modal dalam negeri di awal pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 13 Juli 2026 pagi bergerak menguat di tengah pelaku pasar mencermati perkembangan valuasi saham-saham kecerdasan buatan (AI) dan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Berdasarkan data perdagangan teranyar, IHSG dibuka menguat 10,36 poin atau 0,17 persen ke posisi 5.934. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 0,03 poin atau 0,01 persen ke posisi 589,28.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata memberikan proyeksi dan analisis teknikal untuk pergerakan indeks hari ini.
“Selama IHSG mampu bertahan di atas area 5.900-5.882, peluang melanjutkan technical rebound masih terbuka dengan target menguji 5.948-6.000, kemudian 6.100-6.220 apabila berhasil menembus batas atas channel. Sebaliknya, apabila kembali turun di bawah 5.900, IHSG berisiko Kembali menguji support di 5.839-5.805,” ujar Liza dalam kajiannya di Jakarta, Senin.
Pergerakan positif pasar saham hari ini mendapat dorongan kuat dari sentimen mancanegara. Investor kembali optimistis terhadap prospek teknologi masa depan setelah saham SK Hynix mencatatkan performa gemilang. Saham perusahaan tersebut ditutup melonjak 13 persen di atas harga IPO dalam debutnya di bursa Nasdaq, Amerika Serikat (AS).
Saat ini, para pelaku pasar mulai menyusun posisi portofolio menjelang mulainya musim laporan keuangan kuartal II-2026. Konsensus pasar memperkirakan laba emiten S&P 500 akan tumbuh sekitar 24 persen year on year (yoy), dengan sektor teknologi dan AI sebagai penopang utamanya.
Di sisi lain, isu geopolitik dan makroekonomi global ikut memengaruhi psikologis investor. Pasar merespons positif sikap Presiden AS Donald Trump yang menyatakan bahwa AS bersedian melanjutkan pembicaraan dengan Iran, walaupun kesepakatan gencatan senjata pada Juni 2026 telah berakhir.
“Meredanya harga minyak membantu menenangkan kekhawatiran pasar terhadap risiko inflasi akibat konflik di kawasan Timur Tengah,” kata Liza menambahkan.
Selain itu, para pemodal saat ini sedang menantikan rilis data inflasi AS bulan Juni 2026 yang menjadi indikator arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, The Fed. Pasar juga akan memantau kesaksian Gubernur The Fed Kevin Warsh di hadapan House Committee on Financial Services untuk mencari petunjuk lebih lanjut mengenai prospek moneter.
Beralih ke dalam negeri, sektor fiskal menunjukkan pergerakan yang dinamis. Realisasi restitusi pajak tercatat mencapai Rp171,2 triliun pada semester I-2026. Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 31,5 persen (yoy), yang terutama bersumber dari penurunan restitusi PPh Badan (minus 40 persen (yoy)) serta PPN Dalam Negeri (minus 29,7 persen (yoy)).
Liza memberikan catatan kritis terkait penurunan realisasi pengembalian pajak ini:
“Meskipun mendukung likuiditas fiskal dalam jangka pendek, kebijakan ini berpotensi menekan likuiditas dunia usaha dan meningkatkan kewajiban pembayaran pemerintah pada periode berikutnya apabila pencairan terus tertunda,” tuturnya.
Sementara itu, menyangkut kebutuhan dana negara, pemerintah memutuskan untuk mengerek outlook pembiayaan APBN 2026 menjadi Rp734,3 triliun dari target awal senilai Rp689,1 triliun. Realisasinya sendiri sudah menembus Rp452 triliun pada semester I-2026, atau setara 65,6 persen dari pagu awal. Kementerian Keuangan menjelaskan bahwa tingginya angka tersebut merupakan bagian dari strategi front loading demi menangani ketidakpastian pasar di awal tahun.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id