Sport . 12/07/2026, 11:18 WIB
fin.co.id -- Stadion Miami di Amerika Serikat mendadak berubah menjadi panggung konser raksasa pada Sabtu malam waktu setempat. Ribuan suporter menyanyikan lagu legendaris "Wonderwall" dan "Hey Jude" untuk merayakan keberhasilan tim nasional Inggris menembus babak semifinal Piala Dunia 2026.
Kepastian tiket empat besar tersebut lahir setelah The Three Lions menumbangkan Norwegia dengan skor tipis 2-1 dalam laga perempat final yang penuh drama.
Sesaat setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, seisi stadion langsung bergemuruh. Skuad asuhan Thomas Tuchel tersebut tidak mampu menyembunyikan kebahagiaan mereka. Sang kapten, Harry Kane, memimpin rekan-rekan setimnya untuk menghampiri tribun penonton dan menyanyikan "Wonderwall" bersama puluhan ribu suporter fanatik yang memadati stadion.
Noel Gallagher menulis lagu ikonik ini sebelum grup musik Oasis mempopulerkannya pada Oktober 1995 silam. Kini, melantunkan bait demi bait "Wonderwall" pascapertandingan menjadi tradisi baru bagi para pendukung Inggris. Menariknya, kebiasaan unik ini baru menggelora sepanjang turnamen Piala Dunia 2026.
Badan Sepak Bola Dunia (FIFA) menilai tradisi baru ini memberikan dampak yang sangat positif. Menurut pengamatan mereka, lagu tersebut berhasil menciptakan ikatan batin yang jauh lebih erat antara suporter dan para pemain di lapangan. Melodi magis Oasis seolah membakar motivasi Harry Kane dan kawan-kawan untuk membawa pulang trofi Piala Dunia ke tanah Inggris. Publik Inggris memang sudah sangat merindukan gelar juara tersebut semenjak terakhir kali merasakannya pada tahun 1966 silam.
Suasana stadion semakin emosional ketika suporter beralih menyanyikan lagu legendaris lainnya, "Hey Jude". Lagu mahakarya grup musik The Beatles yang rilis pada tahun 1968 tersebut menggema khusus untuk menghormati pahlawan kemenangan Inggris, Jude Bellingham. Gelandang andalan Real Madrid tersebut tampil memukau dengan memborong dua gol sekaligus ke gawang Norwegia.
Keterikatan antara Bellingham dan lagu "Hey Jude" sebenarnya sudah bermula sejak pergelaran Euro 2024 lalu. Saat itu, Bellingham mencetak gol tunggal penentu kemenangan Inggris atas Serbia dengan skor 1-0 di fase grup. Sejak momen itulah, suporter selalu menyanyikan lagu tersebut setiap kali sang gelandang tampil gemilang.
Ketika seisi Stadion Miami menggemakan nama "Jude", sorot kamera penyiaran internasional terus tertuju pada wajah Bellingham. Pemain bernomor punggung 10 itu tampak tersenyum lebar sambil melambaikan tangan ke arah tribun, mengapresiasi koreografi suara yang luar biasa dari para pendukung setianya.
Kemenangan dramatis atas Norwegia ini sekaligus mengulangi pencapaian historis The Three Lions pada Piala Dunia 1990 di Italia, saat mereka juga berhasil melangkah hingga babak empat besar.
Norwegia sebenarnya sempat mengejutkan Inggris terlebih dahulu melalui gol cepat penyerang muda Andreas Schjelderup. Namun, mentalitas baja Inggris berbicara banyak. Bellingham berhasil membalikkan keadaan lewat dua gol berkelas yang memastikan kemenangan 2-1 untuk Inggris.
Dengan kaki yang sudah menapak di semifinal, ambisi Inggris kini semakin membumbung tinggi. Mereka tidak lagi sekadar ingin menjadi semifinalis, melainkan membidik trofi emas Piala Dunia untuk menambah koleksi bintang di jersey mereka yang masih tunggal sejak 1966.
Pada babak semifinal nanti, Inggris akan menghadapi tantangan berat dari pemenang laga perempat final lainnya, yaitu antara Argentina dan Swiss. Pertandingan perebutan tiket semifinal antara raksasa Amerika Selatan dan wakil Eropa tersebut sedang berlangsung di Stadion Kansas City, Amerika Serikat, saat laporan ini diturunkan.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id