Ekonomi . 10/07/2026, 21:36 WIB

Airlangga Klaim B50 Bisa Hemat Devisa Rp177 Triliun

Penulis : Mihardi
Editor : Mihardi

fin.co.id - Peluncuran bahan bakar minyak (BBM) jenis Biosolar B50 sebagai langkah pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil mendapat dukungan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Program ini dinilai mampu memberikan dampak besar terhadap penghematan devisa, penciptaan lapangan kerja, hingga pengurangan emisi gas rumah kaca.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan implementasi B50 akan mengurangi kebutuhan impor solar sehingga memberikan penghematan devisa dalam jumlah besar.

"Karena dengan B-50 solar itu kita tidak import lagi, dan kita menghemat devisa Rp 177 triliun," tutur Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Juli 2026.

Selain mengurangi impor, menurut Airlangga, program B50 juga meningkatkan penyerapan crude palm oil (CPO), membuka lebih banyak lapangan pekerjaan, serta mendukung target penurunan emisi karbon nasional.

"Kita dapat berkontribusi terhadap net zero emission setara 44 juta ton CO2," ucapnya.

Senada dengan itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut implementasi B50 diproyeksikan meningkatkan jumlah tenaga kerja yang terserap dibandingkan program B40.

Ia menjelaskan, jumlah pekerja yang terdampak positif diperkirakan naik dari sekitar 1,8 juta orang pada program B40 menjadi 2,1 juta orang melalui penerapan B50.

Selain itu, program tersebut juga dinilai memberikan kontribusi terhadap upaya pengendalian perubahan iklim.

"Upaya menjaga lingkungan juga diperkuat melalui penurunan emisi gas rumah kaca dari 39,66 juta ton CO2 menjadi sekitar 44,46 juta ton CO2," kata Bahlil.

Pemerintah memperkirakan implementasi B50 mampu menghemat devisa sekitar Rp170 triliun melalui pengurangan impor BBM. Di saat yang sama, kebutuhan CPO domestik diproyeksikan meningkat dari 15,2 juta ton menjadi 16,3 juta ton sehingga memperkuat kepastian pasar bagi petani sawit.

Program ini juga diperkirakan meningkatkan nilai tambah industri CPO dari Rp20,92 triliun menjadi Rp23,49 triliun, seiring bertambahnya permintaan bahan baku untuk produksi biodiesel.

Bianca Khairunnisa/Disway

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id