Perundingan AS dan Iran: Trump Klaim Teheran Setujui Hampir Semua Tuntutan Washington

fin.co.id - 03/07/2026, 20:53 WIB

Perundingan AS dan Iran: Trump Klaim Teheran Setujui Hampir Semua Tuntutan Washington

Donald Trump klaim Iran setujui hampir semua tuntutan AS dalam perundingan.

fin.co.id — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengelaim bahwa Iran telah menyetujui hampir semua tuntutan kunci dari Washington. Trump menyampaikan klaim tersebut saat menyoroti berbagai kemajuan penting dalam proses perundingan dengan pihak Teheran.

Pernyataan ini mencuat dalam sebuah wawancara eksklusif bersama media CNBC pada Kamis, 2 Juli 2026. Pemimpin AS itu merasa optimis dengan arah negosiasi yang sedang berjalan saat ini.

"Kami sedang bernegosiasi, saya pikir mereka telah menyetujui hampir semua hal yang kami perlukan," kata Trump dalam wawancara bersama CNBC.

Fokus Utama AS: Mencegah Senjata Nuklir, Bukan Perubahan Rezim

Dalam kesempatan yang sama, Trump memberikan penegasan ulang mengenai posisi politik negaranya terhadap pemerintahan Iran. Ia menegaskan bahwa Washington sama sekali tidak mendorong adanya perubahan pemerintahan di Iran.

Menurutnya, target utama dari negara adidaya tersebut murni untuk memastikan bahwa Teheran tidak memproduksi atau memiliki senjata pemusnah massal.

"Kami tak menginginkan perubahan rezim. Saya ingin sesuatu yang sangat simpel: Mereka tak bakal memiliki senjata nuklir," ucap dia.

Selain membahas masalah diplomasi, Presiden AS itu juga menekankan bahwa operasi militer AS terhadap Iran merupakan sebuah tindakan yang benar. Ia bahkan berani menyebut bahwa militer Iran kini telah "sepenuhnya ditaklukkan" oleh kekuatan armada mereka.

"Saya menaklukkan mereka secara militer. Mereka benar-benara takluk. Mereka masih memiliki sejumlah rudal, tetapi kami bisa menghabisi semuanya tanpa sisa," kata Trump.

Trump juga membeberkan adanya aksi saling balas kekuatan militer yang terjadi baru-baru ini di wilayah konflik. Pihaknya melancarkan serangan balasan yang masif setelah mendeteksi adanya pergerakan teknologi udara tanpa awak milik lawan yang mengarah ke aset laut AS.

"Saya pun menyerang mereka tiga kali lagi dengan sangat keras pekan lalu karena mereka meluncurkan drone ke sebuah kapal," ucap dia, menambahkan.

Kelanjutan Negosiasi Menunggu Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Di sisi lain, masa depan dialog damai ini tampaknya sudah memiliki jadwal yang lebih pasti. Pada hari Kamis, pihak mediator yang diwakili oleh Qatar dan Pakistan memastikan bahwa putaran selanjutnya dalam perundingan AS-Iran akan segera bergulir secepatnya.

Namun, jadwal tersebut baru akan terlaksana setelah selesainya upacara pemakaman mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Tokoh penting Teheran tersebut sebelumnya gugur dalam sebuah serangan gabungan yang melibatkan kekuatan militer AS dan Israel ke wilayah Iran pada tanggal 28 Februari lalu.

Sesuai informasi resmi, seluruh prosesi penghormatan terakhir dan pemakaman Ali Khamenei sendiri akan berlangsung mulai tanggal 4 hingga 9 Juli mendatang. Setelah masa berkabung tersebut usai, barulah delegasi dari kedua belah pihak akan kembali duduk bersama di meja perundingan.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID