Pemerintah Luncurkan B50 Mulai 1 Juli, Harga Ikuti Skema Solar

fin.co.id - 30/06/2026, 11:51 WIB

Pemerintah Luncurkan B50 Mulai 1 Juli, Harga Ikuti Skema Solar

B50

fin.co.id -  Pemerintah akan mulai meluncurkan bahan bakar minyak (BBM) jenis biodiesel B50 pada Rabu 1 Juli 2026. Produk ini merupakan kelanjutan dari program mandatori biodiesel yang sebelumnya berkembang dari B20, B30, hingga B40.

B50 merupakan bahan bakar diesel yang terdiri atas campuran 50 persen minyak kelapa sawit dan 50 persen solar. Sebelum diterapkan secara luas, pemerintah memastikan bahan bakar tersebut telah melalui serangkaian pengujian teknis.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan hasil pengujian menunjukkan performa B50 berjalan sesuai harapan. Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah kadar air yang dinilai lebih baik dibandingkan B40.

Menurut Bahlil, hasil uji coba memperlihatkan kadar air pada B50 lebih rendah sehingga kualitas serta stabilitas bahan bakarnya dinilai lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya.

Pengujian juga tidak hanya dilakukan di laboratorium, tetapi telah diterapkan pada berbagai moda transportasi dan peralatan operasional untuk memastikan kesiapan implementasi secara nasional.

Rangkaian uji tersebut melibatkan kendaraan angkutan, alat berat di sektor pertambangan, ekskavator, kapal, kereta api, hingga mesin dan kendaraan yang digunakan di sektor pertanian.

"Ini sudah dilakukan uji coba di berbagai kendaraan, baik alat berat, kapal, kereta api, dan kendaraan lainnya. Sektor tambang, ekskavator, hingga alat pertanian semuanya sudah dilakukan," ujarnya.

Harga Ikuti Skema Solar

Meski jadwal peluncuran sudah ditetapkan, pemerintah belum mengumumkan harga resmi B50. Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman menjelaskan bahwa penetapan harga akan mengacu pada formula yang selama ini digunakan untuk BBM jenis solar.

Saat ini, harga solar yang ditetapkan pemerintah berada di angka Rp6.800 per liter.

"Kalau harga kan mengikuti harga BBM yang sudah biasanya saja, enggak ada hal khusus," ujarnya di Jakarta.

Laode juga memastikan penerapan B50 akan dilakukan di seluruh Indonesia. Namun, pemerintah menyiapkan masa transisi selama tiga bulan agar distribusi dapat berjalan lancar, termasuk menghabiskan stok B40 yang masih tersedia serta menyesuaikan proses pencampuran atau blending.

"Secara nasional. Secara nasional tentu ada masa jeda untuk penyesuaiannya ya. Jadi, artinya kan masih ada sisa-sisa B40 itu dihabiskan dulu, diberi waktu sampai dengan 3 bulan. Jadi, penyesuaiannya hingga menjadi 100 persen pemulihan ke B50," pungkasnya. *

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca