AS dan Iran Dikabarkan Siap Bertemu di Qatar Guna Redam Ketegangan

fin.co.id - 29/06/2026, 12:25 WIB

AS dan Iran Dikabarkan Siap Bertemu di Qatar Guna Redam Ketegangan

AS dan Iran sepakat bersiap menggelar pertemuan darurat di Qatar.

fin.co.id - Amerika Serikat dan Iran dikabarkan sepakat untuk menghentikan permusuhan bersenjata. Sebagai langkah lanjutan, kedua negara tersebut menjadwalkan pertemuan darurat di Qatar pada hari Selasa untuk membahas perselisihan sengit terkait jalur perdagangan vital di Selat Hormuz, melansir laporan dari Axios pada Minggu, 28 Juni 2026.

Eskalasi atau bentrokan yang kembali pecah belakangan ini ternyata bersumber dari perbedaan penafsiran. Kedua belah pihak memiliki cara pandang berbeda dalam mengimplementasikan nota kesepahaman (MoU) yang menjadi pilar penghenti perang, terutama pada poin-poin aturan yang mengatur kawasan Selat Hormuz.

Guna mencegah situasi semakin memburuk, kedua militer kini menahan diri dari tindakan agresif.

"Kami memutuskan untuk menghentikan seluruh aktivitas kinetik," kata seorang pejabat senior AS, merujuk pada serangan dan operasi bersenjata lainnya.

Komitmen di Balik Kesepakatan Damai

Jika kita membedah isi MoU tersebut, ada kesepakatan timbal balik yang sangat krusial bagi stabilitas ekonomi dunia. Pihak Iran berjanji untuk mengupayakan keselamatan pelayaran bagi seluruh kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.

Sebagai gantinya, Amerika Serikat sepakat untuk mencabut blokade laut yang selama ini menjepit pelabuhan-pelabuhan milik Iran.

Sebelum rencana pertemuan di Doha ini mencuat, kedua negara sebenarnya sudah meletakkan fondasi komunikasi yang baik. Dalam pembicaraan intensif di Swiss pekan lalu, Wakil Presiden AS JD Vance bersama delegasi Iran sepakat untuk membentuk jalur komunikasi langsung.

Jalur ini akan menghubungkan militer AS dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran demi mempermudah koordinasi pelayaran di Selat Hormuz.

Namun, hingga hari Sabtu kemarin, jalur komunikasi darurat tersebut kabarnya belum beroperasi secara maksimal. Di sisi lain, Iran kembali menegaskan aturan mainnya bahwa setiap kapal asing wajib melakukan koordinasi terlebih dahulu sebelum mengarungi Selat Hormuz.

Pengalihan Lokasi Pertemuan ke Doha

Ketegangan yang sempat meningkat di lapangan memaksa kedua negara mengubah strategi diplomasi mereka. Sedianya, pertemuan hari Selasa tersebut akan berlangsung di Swiss untuk membahas agenda utama seputar program nuklir Iran.

Namun, eskalasi terbaru membuat para diplomat memindahkan lokasi perundingan ke Doha, Qatar, sekaligus mengalihkan fokus utama pembahasan untuk menyelesaikan sengketa Selat Hormuz terlebih dahulu.

Langkah cepat ini sekaligus menjawab kekhawatiran global. Mengingat pada hari Minggu sebelumnya, The Wall Street Journal sempat melaporkan bahwa perundingan bilateral antara AS dan Iran berada di ujung tanduk alias mengalami kebuntuan setelah bentrokan bersenjata kembali pecah di wilayah konflik.

Sebagai pengingat, kesepakatan damai yang dinamakan MoU Islamabad ini pertama kali berlaku pada 18 Juni. Dokumen bersejarah tersebut aktif setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump menandatanganinya secara elektronik.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID