Presiden Iran Masoud Tegaskan Keberhasilan Perundingan Damai Bergantung pada Komitmen Nyata AS

fin.co.id - 23/06/2026, 23:22 WIB

Presiden Iran Masoud Tegaskan Keberhasilan Perundingan Damai Bergantung pada Komitmen Nyata AS

Presiden Iran Masoud Pezeshkian tegaskan sukses perundingan dengan AS bergantung komitmen penuh Washington.

fin.co.id – Presiden Iran Masoud Pezeshkian angkat bicara mengenai nasib pembicaraan diplomatik yang tengah bergulir antara negaranya dan Amerika Serikat (AS). Pemimpin Republik Islam tersebut menegaskan bahwa keberhasilan seluruh proses perundingan yang sedang berlangsung saat ini sepenuhnya bergantung pada pelaksanaan penuh dan jujur atas komitmen-komitmen yang telah kedua belah pihak sepakati.

Masoud Pezeshkian juga memberikan peringatan keras terkait dinamika komunikasi di luar meja perundingan. Ia menegaskan bahwa pernyataan-pernyataan yang meluncur di luar kerangka kesepakatan resmi sama sekali tidak akan membantu kemajuan proses negosiasi tersebut.

"Efektivitas pembicaraan (dengan AS) bergantung pada komitmen penuh terhadap kewajiban yang telah disepakati dan pelaksanaannya secara tepat," tulis Presiden Masoud Pezeshkian melalui akun resminya di platform X pada Selasa, 23 Juni 2026.

Komitmen Praktis Jadi Alat Ukur Kemajuan Damai

Presiden Iran menambahkan bahwa negaranya akan mengukur setiap kemajuan dalam proses ini berdasarkan kepatuhan yang nyata dan praktis di lapangan, bukan sekadar janji di atas kertas. Kedua belah pihak harus menunjukkan tanggung jawab yang setara atas apa yang telah mereka terima.

"Kemajuan dalam jalur ini akan diukur dari kepatuhan praktis terhadap tanggung jawab yang telah disepakati. Pernyataan-pernyataan di luar teks yang telah disepakati tidak membantu memajukan negosiasi," tegas Pezeshkian mengulangi sikap diplomasinya.

Pernyataan diplomatik tersebut mengemuka setelah delegasi Amerika Serikat dan Iran menggelar pertemuan intensif pada Minggu (21/6) di Burgenstock, Swiss. Pertemuan tingkat tinggi ini berjalan secara khusus dalam kerangka implementasi nota kesepahaman Islamabad.

Detail Poin Penting Kesepahaman Islamabad

Sebelum pertemuan di Swiss terlaksana, Iran dan Amerika Serikat sebenarnya telah mengumumkan capaian penting pada tanggal 14 Juni. Kedua negara berhasil mencapai kesepahaman 14 poin yang terwujud berkat peran mediasi dari pemerintah Pakistan.

Rangkaian kesepakatan besar yang tertuang dalam Kesepahaman Islamabad tersebut membawa misi-misi krusial berikut:

  • Penghentian Perang Kawasan: Kesepakatan ini secara mengikat mencakup sejumlah ketentuan terkait penghentian perang di berbagai front, termasuk menghentikan konflik bersenjata yang melanda wilayah Lebanon.
  • Resolusi Lewat Dialog: Dokumen ini bertujuan untuk mengakhiri konfrontasi militer dan menyelesaikan berbagai perselisihan yang masih tersisa di antara kedua negara melalui jalur dialog serta negosiasi.
  • Pembukaan Jalur Maritim: Kesepakatan strategis ini mengatur pembukaan kembali akses Selat Hormuz bagi lalu lintas pelayaran internasional.
  • Pencabutan Blokade Militer: Pihak Washington berkewajiban untuk melakukan pencabutan blokade angkatan laut Amerika Serikat yang selama ini menekan pelabuhan-pelabuhan Iran.

Nota kesepahaman yang kini dikenal luas sebagai Kesepahaman Islamabad tersebut dinyatakan mulai berlaku secara resmi pada tanggal 18 Juni.

Keabsahan regulasi internasional ini berjalan setelah Presiden Masoud Pezeshkian dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani dokumen tersebut secara elektronik. Kini, seluruh mata tertuju pada bagaimana implementasi nyata dari poin-poin tersebut di lapangan.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID