JTTS Makin Ramai! Trafik Naik 69,5%, Bisnis Tol Hutama Karya Berbalik Untung pada 2025

fin.co.id - 23/06/2026, 13:48 WIB

JTTS Makin Ramai! Trafik Naik 69,5%, Bisnis Tol Hutama Karya Berbalik Untung pada 2025

JTTS mencatat lonjakan trafik hingga 69,5%. Kinerja bisnis jalan tol Hutama Karya semakin kuat dan laba mulai berbalik positif pada 2025.

fin.co.id - Perkembangan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) terus menunjukkan sinyal positif. Tidak hanya memperkuat konektivitas antardaerah di Pulau Sumatra, jaringan jalan tol yang menjadi proyek strategis nasional ini juga mulai memberikan dampak nyata terhadap kinerja bisnis PT Hutama Karya (Persero).

Seiring bertambahnya ruas yang beroperasi dan semakin tersambungnya jaringan jalan tol, volume kendaraan yang melintas terus meningkat. Kondisi tersebut kemudian mendorong pertumbuhan pendapatan, memperkuat profitabilitas, sekaligus mempercepat manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Hingga saat ini, Hutama Karya telah membangun JTTS sepanjang sekitar 1.185 kilometer. Dari total tersebut, sebanyak 829 kilometer telah beroperasi, sementara 356 kilometer lainnya masih berada dalam tahap konstruksi, termasuk jalan tol pendukung pembangunan.

Selain mengelola ruas-ruas utama di Sumatra, perusahaan juga mengoperasikan dua ruas tol di Pulau Jawa, yakni Tol JORR Seksi S dan Tol Akses Tanjung Priok.

Secara keseluruhan, Hutama Karya saat ini mengelola 14 ruas jalan tol di Indonesia yang sebagian besar menjadi tulang punggung konektivitas di Sumatra.

Trafik JTTS Melonjak, Pendapatan Tol Ikut Terdongkrak

Direktur Keuangan Hutama Karya, Eka Setya Adrianto, menjelaskan bahwa pengelolaan jalan tol menunjukkan perkembangan yang semakin solid. Peningkatan tersebut terlihat dari bertambahnya ruas operasi, membaiknya konektivitas wilayah, hingga kinerja operasional dan keuangan yang terus menguat.

Menurutnya, pembangunan JTTS tidak hanya bertujuan membuka akses dan mempercepat konektivitas masyarakat. Infrastruktur tersebut juga dirancang untuk menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan melalui pengelolaan bisnis jalan tol yang produktif.

Tren positif itu terlihat jelas selama periode Lebaran 2026. Trafik kendaraan di JTTS, termasuk ruas yang dikelola PT Hutama Marga Waskita (Hamawas), melonjak hingga 69,5% dibandingkan kondisi normal. Bahkan, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, trafik masih tumbuh 9,8%.

Kenaikan jumlah kendaraan tersebut menjadi salah satu motor utama yang mendorong pertumbuhan bisnis jalan tol perusahaan.

Pada 2025, pendapatan jalan tol yang turut memperhitungkan kontribusi Hamawas tumbuh sekitar 26,8% dibandingkan 2024. Jika dibandingkan dengan 2023, kenaikannya mencapai sekitar 35,7%.

Menariknya lagi, kontribusi pendapatan jalan tol terhadap pendapatan konsolidasian Hutama Karya meningkat menjadi 16,83% pada 2025. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan kontribusi pada tahun sebelumnya yang berada di level 11,58%.

Tol Sigli-Banda Aceh Jadi Bukti Kuat Efek Konektivitas

Semakin tersambungnya jaringan JTTS ternyata langsung berdampak terhadap minat pengguna jalan. Salah satu contoh paling mencolok terlihat pada Ruas Tol Sigli–Banda Aceh. Setelah Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum mulai dioperasikan secara fungsional, ruas tersebut mencatat lonjakan Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) hingga 229%.

AdminFIN
AdminFIN
Penulis

Penulis FIN.CO.ID