Jaminan dari Iran: Selat Hormuz Kini Terbuka Penuh dan Aman bagi Kapal Dagang

fin.co.id - 23/06/2026, 20:46 WIB

Jaminan dari Iran: Selat Hormuz Kini Terbuka Penuh dan Aman bagi Kapal Dagang

Selat Hormuz kini terbuka penuh bagi kapal dagang.

fin.co.id – Kabar baik datang dari jalur maritim dunia. Jalur perairan strategis Selat Hormuz kini sudah kembali terbuka sepenuhnya untuk dilewati oleh seluruh kapal komersial dan armada pengangkut logistik. Pemulihan total aktivitas pelayaran ini menandai babak baru meredanya tensi keamanan di kawasan Timur Tengah.

Duta Besar sekaligus Perwakilan Tetap Iran untuk PBB di Jenewa, Ali Bahreini, mengonfirmasi langsung perkembangan positif tersebut pada Selasa, 23 Juni 2026. Menurut penjelasannya, situasi di jalur pasokan energi global itu sudah berangsur pulih dan berfungsi seperti sedia kala.

"Selat itu sepenuhnya terbuka bagi kapal-kapal, termasuk kapal dagang," tegas Bahreini saat berbicara kepada awak media di Jenewa.

Aktivitas Pengiriman Minyak Kembali Normal

Pernyataan resmi dari utusan Teheran ini muncul setelah Iran dan Amerika Serikat (AS) menyepakati poin-poin penting terkait pemulihan lalu lintas pelayaran di kawasan tersebut. Bahreini juga membeberkan bukti-bukti konkret di lapangan yang menunjukkan bahwa jalur perairan internasional ini tidak lagi mengalami kendala operasional.

Berikut beberapa data penting mengenai situasi terkini di Selat Hormuz:

  • Lonjakan Volume Kargo: Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah besar pasokan minyak mentah telah berhasil dikirim dengan aman melalui Selat Hormuz.
  • Operasional Jalur Maritim: Jalur perairan strategis tersebut saat ini sudah beroperasi secara normal tanpa gangguan fisik maupun militer.
  • Tingkat Kepadatan Kapal: Laporan dari kantor berita Anadolu turut memperkuat data ini, di mana arus lalu lintas kapal komersial di sepanjang selat meroket ke level tertinggi sejak awal Juni, tepat setelah kesepakatan damai mulai berlaku.

Implementasi Nota Kesepahaman MoU Islamabad

Pulihnya arus pelayaran ini merupakan dampak langsung dari langkah diplomatik kedua negara pada pekan lalu. Iran dan Amerika Serikat secara elektronik telah menandatangani dokumen penting berupa Nota Kesepahaman atau MoU Islamabad. Kesepakatan maritim ini bertujuan untuk menyudahi konflik militer berkepanjangan yang pertama kali pecah pada 28 Februari lalu.

Dokumen MoU Islamabad tersebut secara mengikat menetapkan sejumlah langkah teknis dan tenggat waktu yang harus dipatuhi oleh kedua belah pihak:

  • Kewajiban Pihak Amerika Serikat: Washington wajib mencabut seluruh blokade angkatan laut yang selama ini mereka terapkan terhadap pelabuhan-pelabuhan milik Iran.
  • Kewajiban Pihak Iran: Teheran wajib memulihkan total kelancaran lalu lintas pelayaran internasional di Selat Hormuz tanpa hambatan bagi kapal dagang luar.

Guna mematangkan jalannya transisi, proses negosiasi tingkat teknis antara delegasi Iran dan Amerika Serikat langsung digelar di Swiss pada 21 Juni.

Pertemuan intensif yang dimediasi oleh perwakilan dari Pakistan dan Qatar ini secara khusus fokus membahas mekanisme detail serta pengawasan implementasi di lapangan agar isi MoU Islamabad berjalan sukses.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID