IRGC Iran Bersumpah Hancurkan AS dan Israel jika Berani Langgar Perjanjian Damai!

fin.co.id - 19/06/2026, 20:54 WIB

IRGC Iran Bersumpah Hancurkan AS dan Israel jika Berani Langgar Perjanjian Damai!

IRGC Iran menyatakan siap kembali berperang jika AS dan Israel melanggar hak mereka.

fin.co.idKorps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan bahwa mereka sangat siap untuk kembali terjun ke medan tempur. Pasukan elite ini tidak akan ragu mengangkat senjata apabila Amerika Serikat, Israel, atau aliansi sekutu mereka kembali meluncurkan agresi militer terhadap wilayah kedaulatan Iran. Pernyataan sikap ini dilontarkan pada Jumat, 19 Juni 2026.

Melalui rilis resminya, IRGC memperingatkan para rivalnya agar tidak mencoba-coba mengusik ketenangan yang baru saja mulai terbangun.

"Jika musuh yang licik kembali berupaya memaksakan tuntutan berlebihan dan melanggar hak-hak rakyat Iran, para pejuang Korps Garda Revolusi Islam—baik di darat, laut, maupun udara, serta di seluruh ranah peperangan hibrida—dengan berbekal pengalaman dari berbagai pertempuran dan siap bertindak atas instruksi sekecil apa pun dari komandan yang berani dan bijaksana," demikian kutipan pernyataan tersebut oleh kantor berita IRNA.

Bukan sekadar gertakan biasa, militer elit Iran ini juga menyatakan bahwa mereka sudah mengatur strategi matang. Jika pertempuran kembali pecah, mereka bertekad untuk menimpakan kekalahan bersejarah yang jauh lebih telak kepada musuh dibandingkan dengan konflik-konflik sebelumnya.

Kontras dengan Nota Kesepakatan Damai yang Baru Saja Diteken

Pernyataan keras dari IRGC ini terhitung cukup mengejutkan. Pasalnya, atmosfer perdamaian sebenarnya baru saja berembus tipis di kawasan tersebut. Pada malam menjelang Kamis, 18 Juni, pihak Iran dan Amerika Serikat sebenarnya telah menandatangani sebuah dokumen penting secara jarak jauh.

Dokumen bersejarah tersebut memuat poin-poin krusial yang mengatur tentang pengakhiran konflik militer bilateral. Perlu kita ketahui, perseteruan bersenjata antara kedua negara ini sudah berkecamuk cukup lama sejak tanggal 28 Februari lalu.

Waktu 60 Hari untuk Negosiasi Nuklir dan Pembukaan Selat Hormuz

Lewat kesepakatan atau memorandum tersebut, kedua belah pihak mendapatkan tenggat waktu selama 60 hari. Masa dua bulan ini akan mereka gunakan untuk merundingkan sebuah kesepakatan akhir yang lebih komprehensif, khususnya yang mengatur seputar isu nuklir Iran serta berbagai sanksi ekonomi dari Amerika Serikat.

Tidak hanya itu, dokumen ini juga sudah menetapkan jadwal yang jelas bagi kedua negara demi memulihkan stabilitas ekonomi global. Isinya mencakup jadwal bagi Amerika Serikat untuk mencabut blokade lautnya, serta kewajiban bagi pihak Iran untuk kembali memulihkan arus pelayaran internasional yang melewati kawasan perairan strategis Selat Hormuz.

Namun, melihat peringatan terbaru dari IRGC, tampaknya situasi di Timur Tengah masih akan tetap berada di bawah pengawasan ketat.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID